SWIPE UP TO READ

Setahun Pascabanjir, Warga Aceh Timur Masih Bergantung pada Air Sumur Masjid

Pasokan PDAM belum pulih sejak banjir 2025. Warga memakai air sumur masjid yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari.
Gambar ilustrasi yang menampilkan warga mengantre mengambil air dari sumur di dekat masjid

BANDA ACEH – Hampir setahun setelah banjir melanda Kabupaten Aceh Timur pada November 2025, sebagian warga Gampong Meunasah Asan, Kecamatan Madat, masih belum menikmati layanan air bersih. Pasokan dari PDAM disebut belum kembali mengalir sehingga warga bergantung pada air sumur di halaman masjid untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setiap pagi, warga datang membawa jeriken, ember, dan galon untuk mengambil air. Meski berwarna kekuningan, air sumur itu tetap digunakan untuk memasak, mandi, dan mencuci karena menjadi satu-satunya sumber air yang tersedia bagi sebagian masyarakat.

"Kalau datang terlambat, air sumurnya sudah habis," kata Nurhadijah, warga Dusun Tupien Siren.

Menurut dia, tidak semua keluarga mampu membeli air bersih setiap hari. Warga dengan kondisi ekonomi terbatas terpaksa memanfaatkan air sumur tersebut meski kualitasnya belum pernah dipastikan aman.

"Kalau masyarakat yang mampu mungkin bisa membeli air. Tapi bagaimana dengan masyarakat miskin? Mereka terpaksa menggunakan air yang ada, meskipun warnanya kuning," ujarnya.

Selain persoalan air bersih, Nurhadijah menyoroti minimnya perhatian para wakil rakyat terhadap kondisi masyarakat di pedalaman. Ia berharap anggota DPRK Aceh Timur turun langsung melihat persoalan yang dihadapi warga.

"Kami heran, wakil yang telah kami pilih dulu, batang hidungnya pun tidak terlihat untuk melihat nasib kami di pedalaman," katanya.

Ia menilai masa reses seharusnya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk persoalan layanan air bersih yang hingga kini belum terselesaikan.

"Padahal dulu mereka berjanji membawa perubahan. Sampai hari ini kami belum merasakan perubahan itu," ujarnya.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, PDAM, DPRK Aceh Timur, dan instansi terkait segera meninjau lokasi, memeriksa kualitas air sumur yang digunakan masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan jaringan distribusi air bersih agar kebutuhan dasar warga kembali terpenuhi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PDAM maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengenai penyebab belum pulihnya distribusi air bersih di Gampong Meunasah Asan maupun jadwal pemulihan layanan tersebut.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Setahun Pascabanjir, Warga Aceh Timur Masih Bergantung pada Air Sumur Masjid
  • Setahun Pascabanjir, Warga Aceh Timur Masih Bergantung pada Air Sumur Masjid
  • Setahun Pascabanjir, Warga Aceh Timur Masih Bergantung pada Air Sumur Masjid
  • Setahun Pascabanjir, Warga Aceh Timur Masih Bergantung pada Air Sumur Masjid
  • Setahun Pascabanjir, Warga Aceh Timur Masih Bergantung pada Air Sumur Masjid
  • Setahun Pascabanjir, Warga Aceh Timur Masih Bergantung pada Air Sumur Masjid