SWIPE UP TO READ

Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Beroperasi, 270 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Tahun Ajaran Ini

Sekolah Rakyat di Nagan Raya mulai menerima 270 siswa dari keluarga miskin ekstrem. Pembangunan ditargetkan rampung penuh pada Agustus 2026.
Foto Bupati TRK Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat

SUKA MAKMUE – Sekolah Rakyat di Kabupaten Nagan Raya mulai bersiap menerima 270 peserta didik dari keluarga miskin ekstrem pada Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memastikan seluruh persiapan, mulai dari penyelesaian pembangunan hingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, berjalan sesuai jadwal.

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Suka Makmue, Sabtu, 25 Juli 2026. Ia didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Hizbulwatan dan Plt Kepala Dinas Sosial Ali Munir.

Menurut Teuku Raja Keumangan, pemerintah daerah mengawal seluruh tahapan agar sekolah tersebut dapat beroperasi optimal sejak hari pertama.

"Kehadiran Sekolah Rakyat ini harus mampu menjawab kesenjangan akses pendidikan yang bermutu, khususnya bagi masyarakat miskin, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," katanya.

Ia menilai perkembangan pembangunan berjalan sesuai target. Berdasarkan hasil peninjauan, seluruh pekerjaan diperkirakan selesai pada Agustus 2026.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang dinilai membuka akses pendidikan bagi kelompok masyarakat kurang mampu.

"Saya melihat fasilitasnya sudah sangat baik. Atas nama masyarakat Kabupaten Nagan Raya, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hadirnya program ini," ujarnya.

Program Sekolah Rakyat di Nagan Raya merupakan bagian dari program strategis nasional di bidang pendidikan. Kabupaten tersebut menjadi salah satu daerah penyelenggara setelah melalui proses koordinasi dengan pemerintah pusat dan memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis.

Plt Kepala Dinas Sosial Nagan Raya, Ali Munir, mengatakan progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan terus dipercepat agar seluruh fasilitas siap digunakan sesuai jadwal.

Ia menjelaskan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada akhir Juli 2026 selama dua pekan. Setelah itu, para siswa akan mengikuti program matrikulasi selama tiga bulan sebelum memasuki pembelajaran reguler.

Pada tahun ajaran pertama, Sekolah Rakyat akan menampung 270 siswa, terdiri atas 90 siswa jenjang sekolah dasar, 90 siswa sekolah menengah pertama, dan 90 siswa sekolah menengah atas.

Seluruh peserta didik berasal dari keluarga miskin ekstrem yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi sesuai ketentuan program.

Menurut Ali Munir, mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin. Selain menyediakan layanan pendidikan tanpa biaya, program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Beroperasi, 270 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Tahun Ajaran Ini
  • Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Beroperasi, 270 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Tahun Ajaran Ini
  • Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Beroperasi, 270 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Tahun Ajaran Ini
  • Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Beroperasi, 270 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Tahun Ajaran Ini
  • Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Beroperasi, 270 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Tahun Ajaran Ini
  • Sekolah Rakyat Nagan Raya Siap Beroperasi, 270 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem Mulai Belajar Tahun Ajaran Ini