SWIPE UP TO READ

QRIS Kian Diminati UMKM, Transaksi di Aceh Naik 153 Persen hingga Rp2,7 Triliun

Pengguna QRIS di Aceh mendekati 785 ribu orang, sementara jumlah merchant tumbuh 45 persen hingga Mei 2026.
Gambar ilustrasi QRIS Bank Aceh

BANDA ACEH – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh terus meningkat. Hingga Mei 2026, Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh mencatat nilai transaksi QRIS mencapai Rp2,7 triliun atau tumbuh 153 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan pertumbuhan tersebut turut diikuti lonjakan volume transaksi yang mencapai 33,5 juta transaksi atau naik 348 persen secara tahunan.

"Hal ini menunjukkan bahwa QRIS yang memang ditujukan untuk transaksi ritel semakin banyak digunakan masyarakat untuk berbelanja," kata Agus, Selasa, 15 Juli 2026.

Menurut Agus, peningkatan transaksi tidak terlepas dari semakin luasnya pemanfaatan QRIS oleh UMKM. Sejak 2025, kebijakan pembebasan Merchant Discount Rate (MDR) untuk usaha mikro pada transaksi hingga Rp500 ribu dinilai ikut mendorong pelaku usaha beralih ke sistem pembayaran digital.

Hingga Mei 2026, jumlah pengguna QRIS di Aceh mencapai 784.942 orang atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah merchant bertambah menjadi 301.998 atau tumbuh 45 persen secara tahunan.

BI mencatat pertumbuhan merchant didorong oleh strategi perluasan kepesertaan yang dilakukan bersama penyedia jasa pembayaran dan perbankan. Program tersebut menyasar berbagai sektor usaha, mulai dari warung kopi, kafe, restoran, pertokoan, pedagang eceran, hingga pelaku usaha berbasis syariah.

Untuk memperluas penggunaan QRIS, BI Aceh juga menjalankan sejumlah program edukasi dan promosi, seperti QRIS Merchant Challenge bagi pelaku usaha kuliner, edukasi transaksi nontunai pada Gerakan Pangan Murah di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Jaya, kolaborasi Car Free Day di Meulaboh, serta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026.

Selain itu, BI memberikan edukasi pelindungan konsumen melalui program Peduli, Kenali, Adukan (PeKA) kepada pelajar dan berbagai komunitas.

Agus mengatakan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penyedia jasa pembayaran, perbankan, dan berbagai mitra strategis untuk memperluas ekosistem QRIS di Aceh.

Pertumbuhan transaksi dan jumlah merchant tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas perdagangan sehari-hari, khususnya di sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • QRIS Kian Diminati UMKM, Transaksi di Aceh Naik 153 Persen hingga Rp2,7 Triliun
  • QRIS Kian Diminati UMKM, Transaksi di Aceh Naik 153 Persen hingga Rp2,7 Triliun
  • QRIS Kian Diminati UMKM, Transaksi di Aceh Naik 153 Persen hingga Rp2,7 Triliun
  • QRIS Kian Diminati UMKM, Transaksi di Aceh Naik 153 Persen hingga Rp2,7 Triliun
  • QRIS Kian Diminati UMKM, Transaksi di Aceh Naik 153 Persen hingga Rp2,7 Triliun
  • QRIS Kian Diminati UMKM, Transaksi di Aceh Naik 153 Persen hingga Rp2,7 Triliun