Kemarau Ganggu Musim Tanam, Bulog Aceh Genjot Distribusi 16 Ribu Ton Beras SPHP
Bulog Aceh telah menyalurkan 16.399 ton beras SPHP atau 70 persen dari target 2026 untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga pangan.
![]() |
| Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, memperlihatkan persediaan stok beras di gudang Perum Bulog. (Dok. Humas Bulog Aceh) |
BANDA ACEH – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh mempercepat penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) setelah musim kemarau mengganggu masa tanam di sejumlah daerah. Hingga akhir Juli 2026, Bulog telah mendistribusikan 16.399 ton beras atau sekitar 70 persen dari target penyaluran tahun ini yang mencapai 23.329 ton.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, mengatakan percepatan distribusi dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau di tengah potensi berkurangnya produksi akibat kemarau.
"Saat ini ada sebagian wilayah yang tidak bisa menanam padi karena kemarau. Kehadiran SPHP diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Selain kualitasnya baik, harganya juga terjangkau," kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut dia, Bulog mengoptimalkan distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), pedagang beras di pasar tradisional, GPM bersama TNI dan Polri, serta toko-toko mitra Bulog.
Bulog menetapkan harga beras SPHP sebesar Rp65.500 per kemasan lima kilogram atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram.
Budi mengatakan distribusi melalui berbagai jaringan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh beras sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar dan membantu mengendalikan inflasi pangan.
Program SPHP merupakan instrumen pemerintah untuk menjaga pasokan dan harga beras ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi. Pada musim kemarau, sebagian sentra pertanian di Aceh dilaporkan mengalami keterlambatan atau penurunan aktivitas tanam karena keterbatasan pasokan air.
Bulog Aceh memastikan stok beras pemerintah masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan distribusi SPHP akan terus dilakukan hingga target penyaluran tahun 2026 tercapai.
"Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir karena stok yang tersedia masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan," ujar Budi.
Baca Juga:
