SWIPE UP TO READ

HRD Desak Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi Museum Tsunami Aceh

JAKARTA- Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadikan revitalisasi dan digitalisasi Museum Tsunami Aceh sebagai salah satu program prioritas nasional.

Menurutnya, museum yang menjadi ikon peringatan tragedi tsunami 26 Desember 2004 itu harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkokoh perannya sebagai pusat edukasi kebencanaan bertaraf internasional.

Usulan tersebut disampaikan HRD sebagai tindak lanjut atas aspirasi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang menginginkan Museum Tsunami Aceh memperoleh pembaruan menyeluruh sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih modern, interaktif, dan relevan bagi masyarakat serta wisatawan.

"Kami berharap Kementerian Pekerjaan Umum memberikan perhatian serius terhadap revitalisasi Museum Tsunami Aceh. Ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga sejarah, memperkuat pendidikan mitigasi bencana, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Aceh," kata HRD kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Politisi asal Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II itu menegaskan, Museum Tsunami Aceh bukan hanya menjadi monumen peringatan bagi ratusan ribu korban bencana tsunami 2004, tetapi telah berkembang menjadi simbol ketangguhan, kebangkitan, dan semangat masyarakat Aceh dalam bangkit dari salah satu bencana terbesar dalam sejarah dunia.

Menurut Ketua DPW PKB Aceh tersebut, sejak diresmikan pada 2008, museum karya arsitek Ridwan Kamil itu belum pernah mendapatkan pembaruan secara komprehensif terhadap sistem digital, perangkat multimedia, maupun penyajian informasi yang mengikuti perkembangan teknologi.

Padahal, kata HRD, transformasi digital telah mengubah konsep museum modern di berbagai negara menjadi ruang edukasi yang menghadirkan pengalaman belajar secara interaktif melalui teknologi audiovisual, simulasi kebencanaan, proyeksi digital, augmented reality (AR), virtual reality (VR), hingga penyajian informasi berbasis multimedia.

"Sudah hampir dua dekade Museum Tsunami Aceh menjadi salah satu destinasi paling banyak dikunjungi di Aceh. Karena itu, sudah saatnya fasilitas digital dan teknologi pendukung diperbarui agar kualitas pelayanan kepada pengunjung semakin baik dan mampu mengikuti perkembangan museum-museum kelas dunia," ujarnya.

HRD menilai revitalisasi museum tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas edukasi kebencanaan, tetapi juga akan memperkuat sektor pariwisata Aceh yang selama ini menjadikan Museum Tsunami sebagai destinasi unggulan.

Menurutnya, peningkatan kualitas museum diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, menggerakkan roda perekonomian masyarakat, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta memperkuat citra Aceh sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan mitigasi bencana bertaraf internasional.
Teks Foto:Anggota Komisi V DPR RI F-PKB, HRD Rapat dengan Dirjen Laut Kementerian Perhubungan RI serta menyerahkan berbagai usulan program pembangunan infrastruktur untuk Aceh
Selain itu, revitalisasi tersebut juga dinilai penting untuk memastikan generasi muda tetap memahami sejarah kelam tsunami Aceh sebagai pelajaran kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan.

HRD mengungkapkan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung, mulai dari perencanaan teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga dokumen administrasi lainnya. Dengan demikian, program tersebut dinilai siap ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat apabila mendapat persetujuan dari Kementerian PU.

"Kami di Komisi V DPR RI akan terus mengawal aspirasi Pemerintah Aceh ini agar dapat masuk dalam program prioritas pembangunan nasional. Revitalisasi Museum Tsunami Aceh bukan hanya menjaga bangunan fisiknya, tetapi juga menjaga memori kolektif bangsa, memperkuat pendidikan mitigasi bencana, serta mewariskan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi mendatang," tegasnya.

HRD menambahkan, sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh menjadi faktor penting dalam mewujudkan museum yang lebih modern, representatif, dan berdaya saing global. Ia berharap Museum Tsunami Aceh ke depan tidak hanya menjadi tempat mengenang tragedi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran kebencanaan, penelitian, dan diplomasi kemanusiaan yang diakui dunia.
"Ini adalah warisan sejarah bangsa. Sudah semestinya negara hadir memastikan Museum Tsunami Aceh terus berkembang sebagai simbol harapan, ketangguhan, dan kemanusiaan yang menginspirasi dunia," pungkas HRD.(Rel)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • HRD Desak Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi Museum Tsunami Aceh
  • HRD Desak Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi Museum Tsunami Aceh
  • HRD Desak Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi Museum Tsunami Aceh
  • HRD Desak Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi Museum Tsunami Aceh
  • HRD Desak Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi Museum Tsunami Aceh
  • HRD Desak Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi Museum Tsunami Aceh