UIN Ar-Raniry Gandeng Baitul Mal Simeulue, Mahasiswa Miskin Dapat Beasiswa hingga Lulus Kuliah
Kerja sama UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue membuka akses beasiswa bagi mahasiswa miskin melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana.
BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Baitul Mal Kabupaten Simeulue untuk menjalankan program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program ini ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu asal Kabupaten Simeulue.
Kerja sama tersebut menjadi dasar pelaksanaan program beasiswa yang dibiayai melalui dana zakat dan infak yang dikelola Baitul Mal Simeulue. Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat miskin sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menilai investasi di sektor pendidikan merupakan langkah strategis yang akan memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Menurut dia, peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi dua fondasi penting bagi kemajuan Aceh. Lulusan perguruan tinggi asal Simeulue juga dinilai tetap dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah meskipun nantinya bekerja di luar wilayah tersebut melalui jejaring dan kompetensi yang mereka miliki.
Ia berharap program Satu Keluarga Satu Sarjana dapat menjadi model bagi pemerintah kabupaten dan kota lain di Aceh dalam memperluas kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan tinggi.
UIN Ar-Raniry, kata dia, juga terus menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan bagi mahasiswa, di antaranya melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, beasiswa Bank Indonesia, serta dukungan dari berbagai mitra.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, mengatakan program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan bagian dari visi pembangunan "Simeulue Cerdas". Melalui program tersebut, dana zakat dan infak yang selama ini lebih banyak digunakan untuk bantuan konsumtif diarahkan menjadi pembiayaan pendidikan yang bersifat produktif.
Menurut Supriadi, skema tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga profesional, seperti dokter, guru, birokrat, maupun profesi lainnya dari kalangan masyarakat Simeulue.
Program ini diperkuat melalui Peraturan Bupati Simeulue Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana bagi Mahasiswa Miskin yang Bersumber dari Dana Zakat dan Infak pada Baitul Mal Kabupaten Simeulue.
Pemerintah Kabupaten Simeulue berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia daerah dalam jangka panjang.
Baca Juga:
