BREAKING NEWS

Wagub Aceh Tekankan Peran Media dan Percepat Pemulihan Pascabencana

Teks Foto: Wagub Aceh memberi keterangan kepada wartawan

BANDA ACEH- Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan pentingnya peran media dalam membangun optimisme masyarakat, khususnya pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar wilayah Aceh.

Hal itu disampaikannya saat doorstop bersama sejumlah wartawan di Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).

Fadhlullah mengingatkan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang menghadapi bencana, mulai dari konflik berkepanjangan yang berakhir dengan perdamaian pada 15 Agustus 2005, hingga bencana besar gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Bencana yang terjadi hari ini adalah ujian bersama. Pemerintah terus bekerja keras memastikan penanganan berjalan maksimal dan masyarakat segera pulih,” ujar Fadhlullah.

Ia menyebutkan, bencana hidrometeorologi terbaru telah berdampak pada 18 dari 23 kabupaten/ kota di Aceh. Ribuan rumah warga terdampak, dengan kerusakan yang bervariasi, serta puluhan sungai mengalami luapan akibat curah hujan tinggi.

Pemerintah Aceh, kata dia, telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak. Untuk rumah rusak ringan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat atau hilang mendapatkan bantuan hingga Rp60 juta, baik dalam bentuk pembangunan kembali maupun bantuan stimulan.

Selain itu, bantuan kebutuhan dasar juga disalurkan untuk memastikan keberlangsungan hidup masyarakat selama masa tanggap darurat.

Fadhlullah menegaskan, ke depan pemerintah akan fokus pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia berharap seluruh proses pembangunan kembali dapat melibatkan sumber daya lokal agar turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Setiap program rekonstruksi di Aceh harus memberi dampak langsung bagi perekonomian masyarakat Aceh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan angka kemiskinan akibat bencana. Namun demikian, ia optimistis kondisi tersebut dapat segera membaik dengan dukungan semua pihak.

Fadhlullah turut mengapresiasi peran media yang dinilai strategis dalam menyampaikan informasi kondisi lapangan secara objektif dan berimbang.

“Media menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Informasi yang disampaikan sangat membantu dalam percepatan penanganan dan distribusi bantuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Aceh saat ini juga tengah mengupayakan perpanjangan dana otonomi khusus (Otsus) kepada pemerintah pusat. Menurut Fadhlullah, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di Aceh, terutama di tengah tekanan ekonomi pascabencana.

“Kami berharap ada kebijakan perpanjangan dan peningkatan alokasi dana, sehingga program pembangunan dan pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal,” katanya.

Terkait infrastruktur, ia menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat di salah satu wilayah terdampak ditargetkan rampung pada Juli atau paling lambat Agustus 2026, guna memperlancar akses masyarakat.

Di sektor pertanian, pemerintah juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pendataan dan penanganan lahan pertanian yang rusak akibat banjir, agar petani dapat segera kembali berproduksi.

Mengakhiri keterangannya, Fadhlullah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap solid dan saling mendukung dalam menghadapi masa pemulihan.

“Kita pernah melewati masa sulit, dan kita mampu bangkit. Dengan kebersamaan, Aceh akan kembali pulih dan lebih kuat,” pungkasnya.(Muhammad. S)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image