BREAKING NEWS

Ramadhan Berkah, Ekonomi Kreatif Tumbuh di Jantung Kota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali menghadirkan ruang temu antara semangat ibadah dan geliat ekonomi rakyat. Melalui Bazar Ramadhan 2026 yang dipusatkan di Lapangan Hiraq mulai 25 Februari hingga 1 Maret 2026, denyut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dirawat sekaligus didorong agar naik kelas. 

Mengusung tema "Ramadhan Berkah, Ekonomi Kreatif Tumbuh", kegiatan ini dirancang bukan sekadar pasar musiman, melainkan panggung kebangkitan pelaku usaha lokal.

Pembukaan bazar direncanakan berlangsung istimewa. Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, dijadwalkan membuka secara resmi rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bahwa sektor ekonomi kreatif di daerah mendapat perhatian serius dan dukungan berkelanjutan.

Bagi pelaku UMKM, bazar ini adalah ruang promosi yang selama ini dinanti. Mereka tidak hanya mendapatkan lapak untuk menjual produk, tetapi juga akses pasar yang lebih luas, jejaring usaha, serta kesempatan memperkenalkan identitas merek kepada masyarakat. Pemerintah Kota ingin memastikan bahwa pelaku usaha kecil tidak berjalan sendiri di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Bazar Ramadhan merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah kota dalam membangun ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kegiatan ini bukan hanya sebatas aktivitas perdagangan musiman, tetapi juga menjadi ruang penguatan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM lokal, agar mampu berkembang dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi saat ini," ujar Sayuti.

Di Lapangan Hiraq, deretan stan akan menyuguhkan ragam produk yang menggoda. Mulai dari kuliner berbuka puasa, aneka takjil dan menu tradisional Aceh, hingga produk kerajinan tangan serta kebutuhan khas Ramadhan. Aroma makanan khas dan riuh percakapan pembeli–penjual akan menjadi panorama tersendiri setiap sore menjelang magrib.

Tak hanya transaksi ekonomi, Bazar Ramadhan 2026 juga mengusung nilai sosial dan spiritual. Panitia menghadirkan panggung kreativitas dan dakwah, menghadirkan lomba-lomba religi yang dikoordinasikan oleh Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe. Lomba Adzan, Hafalan Ayat Pendek, Da'i Cilik, hingga Tahfidhul Qur'an akan memberi ruang bagi generasi muda menunjukkan bakat dan kecintaan mereka pada nilai-nilai Islam.

Kehadiran agenda keagamaan ini mempertegas bahwa bazar bukan hanya ruang ekonomi, melainkan juga ruang pembinaan karakter dan penguatan identitas masyarakat. Ramadhan dimaknai sebagai momentum membangun keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan kesejahteraan ekonomi.

Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kota ini. Dukungan kebijakan, pembinaan, hingga promosi berkelanjutan menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap Bazar Ramadhan 2026 menjadi titik akselerasi pemulihan ekonomi masyarakat Aceh, sekaligus mempererat solidaritas sosial di bulan suci. Dengan kolaborasi seluruh pihak—pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—Ramadhan tahun ini diharapkan benar-benar menghadirkan keberkahan yang nyata.

Di tengah cahaya lampu-lampu bazar dan lantunan ayat suci dari panggung religi, optimisme itu tumbuh. Bahwa dari Lapangan Hiraq, ekonomi kreatif Lhokseumawe bergerak, UMKM bangkit, dan Ramadhan menjadi momentum kebersamaan yang menguatkan. []
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image