Pojok Ponsel Bersama Koperasi Home Stay Terengganu Serahkan Genset untuk Warga Riseh Teungoh yang Luluh Lantak Diterjang Banjir Bandang
0 menit baca
ACEH UTARA- Di antara puing-puing rumah yang tersisa dan jejak lumpur yang masih mengering di tanah, secercah harapan akhirnya tiba untuk warga Gampong Riseh Teungoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Pemilik Pojok Ponsel Gandapura, Syafruddin, bersama rombongan donatur dari Koperasi Home Stay Teluk Ketapang Terengganu, Malaysia, menyerahkan satu unit mesin genset untuk membantu aktivitas ibadah dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Banjir bandang yang dipicu meluapnya Krueng Sawang itu datang tanpa ampun. Dalam hitungan jam, rumah-rumah warga tersapu arus deras. Satu unit masjid yang selama ini menjadi pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat pun hilang tanpa bekas, menyisakan duka mendalam bagi warga.
Gampong Riseh Teungoh tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah. Hingga awal Januari 2026, pemukiman warga dilaporkan rata dengan tanah. Bentangan sungai yang dulu membelah desa kini melebar seperti lautan, menelan jejak perkampungan yang pernah ramai oleh suara anak-anak dan lantunan azan.
Tak hanya hunian yang hilang, dua jembatan vital-Jembatan Dusun Cot Calang dan Jembatan Dusun Lambayong-ikut hanyut, memutus akses transportasi warga dan memperparah keterisolasian desa.
Solidaritas Lintas Negara
Di tengah keterbatasan itu, solidaritas lintas batas negara hadir menguatkan. Donasi genset ini dihimpun oleh Koperasi Home Stay Teluk Ketapang Kuala Nerus, Terengganu, bersama para pemilik homestay dan Kampung Stay Teluk Ketapang serta Fund For Ummah Kuala Nerus.
Ketua Koperasi Home Stay Teluk Ketapang Terengganu, M Azmi Md Azis, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan rasa persaudaraan serumpun antara Malaysia dan Aceh.
"Ini adalah amanah dari para donatur sebagai bentuk kasih sayang dan solidaritas untuk saudara-saudara kami di Aceh yang sedang diuji musibah. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk pelaksanaan ibadah dan aktivitas masyarakat," ujarnya.
Penyerahan genset dilakukan di balai pengajian Gampong Riseh Teungoh, yang kini difungsikan sebagai tempat ibadah sementara. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Imum Gampong, Tgk. Irwan, bersama tokoh masyarakat setempat.
Syafruddin mengatakan, kehadiran rombongan donatur bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga membawa pesan empati dan semangat agar warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan berat ini.
Tesk Foto: Syafruddin pemilik pojok Ponsel Gandapura bersama Imum Gampong Riseh Teungoh.
"Ketika kami tiba, kami melihat sendiri bagaimana kondisi desa yang nyaris tak tersisa. Namun kami juga melihat semangat warga yang tetap teguh. Semoga genset ini bisa menjadi penerang di tengah gelapnya ujian yang mereka hadapi," tuturnya, Sabtu (28/2/2026).
Harapan yang Menyala di Tengah Kehancuran
Kini, suara mesin genset yang mulai berputar di balai pengajian menjadi simbol kebangkitan kecil bagi warga Riseh Teungoh. Di tempat yang dulu hanya diterangi cahaya lampu darurat, kini listrik kembali menyala untuk mendukung pelaksanaan ibadah, pengajian, dan aktivitas sosial masyarakat.
Bencana memang telah merenggut banyak hal-rumah, jembatan, bahkan masjid yang menjadi pusat spiritual desa. Namun semangat gotong royong dan kepedulian sesama membuktikan bahwa harapan tak pernah benar-benar hanyut bersama arus.
Riseh Teungoh mungkin porak-poranda, tetapi asa warganya tetap berdiri. Dan dari Terengganu hingga Gandapura, tangan-tangan kebaikan terus terulur, memastikan bahwa cahaya di desa itu tak lagi padam.(MS)