Jelang Ramadhan, TNI dan Warga Gotong Royong Pulihkan Infrastruktur Pascabanjir di Peusangan Selatan
0 menit baca
BIREUEN- Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, prajurit TNI bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pembersihan saluran air dan fasilitas umum di Desa Mata Ie, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Letda Inf Nifan selaku Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana dan Pengendalian (Dansatgas Gunbencal) wilayah Peusangan Selatan, melibatkan 37 personel dari Yonif 837/Ksatria Trunojoyo serta personel Pos Ramil Peusangan Selatan.
Aksi sosial ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabanjir yang melanda wilayah Peusangan Selatan pada 26 November 2025 lalu. Banjir tersebut menyebabkan sejumlah saluran air tertimbun lumpur dan tanah, sehingga menghambat aliran air ke persawahan serta meningkatkan risiko genangan saat musim hujan.
Fokus kegiatan gotong royong meliputi pengangkatan lumpur dari dalam parit sepanjang jalur aliran air menuju area persawahan warga. Selain itu, personel TNI dan masyarakat juga membersihkan halaman meunasah Desa Mata Ie sebagai bagian dari penataan lingkungan menjelang Ramadhan.
Kepala Desa Mata Ie, Ismunadi, bersama perangkat desa dan masyarakat setempat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Antusiasme warga terlihat tinggi, mengingat normalisasi saluran air sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian dan pencegahan banjir susulan.
Letda Inf Nifan di sela kegiatan menyampaikan bahwa gotong royong merupakan tradisi luhur bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Ia menegaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga sebagai mitra dalam membantu penyelesaian persoalan sosial dan kebencanaan.
"Momentum menjelang Ramadhan ini kami harapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ujarnya.
Sementara itu, Ismunadi menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam membantu masyarakat. Menurutnya, kehadiran prajurit di lapangan menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendampingi masyarakat, terutama pada masa pemulihan pascabencana.
Dengan normalisasi saluran air tersebut, diharapkan distribusi air ke sawah warga kembali lancar dan potensi genangan di permukiman dapat diminimalkan. Kegiatan gotong royong ini juga menjadi simbol sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun ketahanan lingkungan, khususnya di Kecamatan Peusangan Selatan dan Kabupaten Bireuen secara umum.(Red)