Bumdesma LKD Gatra Tegaskan Komitmen Tata Kelola Transparan dan Pembaruan Kepengurusan
0 menit baca
BIREUEN- Musyawarah Antar Desa (MAD) Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) LKD Gatra Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, yang digelar Sabtu (14/2/2026), berlangsung dinamis, terbuka, dan menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang akuntabel.
Forum strategis lintas gampong ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi ruang pengambilan keputusan tertinggi dalam struktur Bumdesma. Selain mengevaluasi kinerja tahun buku 2025, MAD juga mempersiapkan pembentukan panitia pemilihan pengurus baru sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kecamatan Gandapura itu dipimpin langsung Direktur Bumdesma LKD Gatra, M. Nasir Adam. Hadir dalam forum tersebut Camat Gandapura Azmi S.Ag, unsur Forkopimcam, Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Gandapura Sofyan Ramli, para pendamping desa, penasihat Bumdesma, serta seluruh keuchik se-Kecamatan Gandapura.
Dalam sambutannya, Camat Gandapura Azmi S.Ag menegaskan bahwa MAD merupakan forum tertinggi dalam pengambilan kebijakan strategis Bumdesma. Ia menekankan pentingnya transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam pengelolaan usaha bersama antar gampong.
"Setiap program harus berbasis pada potensi lokal dan kebutuhan riil masyarakat. Bumdesma adalah milik bersama, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan terbuka," tegasnya.
Evaluasi Kinerja dan Penguatan Program
Forum MAD secara menyeluruh membahas laporan pertanggung jawaban tahun buku 2025. Pengurus memaparkan capaian sejumlah program usaha, termasuk Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang selama ini menjadi salah satu penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program SPP dinilai konsisten dalam mendukung permodalan usaha mikro kaum perempuan di berbagai gampong. Skema tersebut tidak hanya memperkuat usaha kecil, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Sejumlah keuchik dalam forum menyuarakan pentingnya pembaruan kepengurusan guna menghadirkan semangat inovasi, diversifikasi usaha, serta penguatan sistem pengawasan internal. Mereka mendorong agar panitia pemilihan segera dibentuk sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART.
Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Gandapura, Sofyan Ramli, mengapresiasi konsistensi Bumdesma LKD Gatra dalam menjalankan program. Namun ia mengingatkan pentingnya komitmen penyertaan modal awal dari seluruh gampong sebagai fondasi keberlanjutan usaha bersama.
"Bagi gampong yang belum menuntaskan kewajiban penyertaan modal, diharapkan segera menyelesaikannya agar stabilitas dan ekspansi usaha dapat berjalan optimal," ujarnya.
Kesepakatan Strategis Forum
MAD menyepakati sejumlah poin penting sebagai landasan kerja ke depan:
1. Laporan pertanggungjawaban tahun buku 2025 diterima forum.
2. Program usaha yang telah berjalan dilanjutkan dan diperkuat.
3. Segera dibentuk panitia pemilihan pengurus Bumdesma yang baru.
4. Dilakukan pembaruan AD/ART serta kajian pengembangan dan kelayakan usaha.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya penyusunan perencanaan teknis yang matang, penguatan sistem pelaporan berkala sesuai regulasi, serta peningkatan kapasitas manajemen usaha.
Musyawarah berlangsung partisipatif hingga selesai, dengan semangat kolaborasi antar gampong yang tetap terjaga. Para peserta sepakat, hasil MAD kali ini menjadi pijakan strategis untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan di Kecamatan Gandapura.
Dengan komitmen kolektif yang semakin solid, Bumdesma LKD Gatra diharapkan mampu bertransformasi menjadi lokomotif ekonomi desa yang profesional, adaptif terhadap tantangan zaman, serta benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(MS)