Lestarikan Budaya dan Majukan Pariwisata, Disbudpar Aceh Akan Gelar "Melayu Raya Art Festival 2022" di Langsa

LANGSA-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menggelar "Melayu Raya Art Festival 2022" di Aula Serbaguna PLN, Jalan A Yani, Kota Langsa, Minggu (20/11/2022) besok.


Kegiatan yang bertemakan" Eksistensi Budaya Melayu" bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan melayu kepada generasi muda saat ini serta untuk memajukan pariwisata daerah.


Ketua Panitia Pelaksana, Yana Ayudhia saat ditemui beberapa awak media di Langsa, Jum'at (18/11/2022) menyampaikan kebudayaan melayu merupakan kebudayaan yang melekat pada bangsa sejak dulu dan merupakan kebudayaan nusantara. Yang paling dominan dalam kebudayan melayu adalah persamaan agama, adat, dan bahasa.


"Kebudayaan melayu merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional khususnya Indonesia dan kebudayaan dunia umumnya, di samping aneka budaya lainnya. Budaya Melayu tumbuh subur dan kental di tengah-tengah masyarakat Indonesia," ujar Yana.


"Budaya melayu identik dengan agama, bahasa, dan adat-istiadat. Pada dasarnya tiap kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu ide, aktivitas, dan artefak," imbuhnya.


Yana menjelaskan, Ras melayu polinesia terdiri dari banyak suku bangsa atau suku dalam konteks rumpun bangsa besar. Indonesia merupakan sebuah masyarakat majemuk (plural siciety) yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang disatukan oleh sistem nasional menjadi sebuah bangsa negara.


Karena itu, sambung Yana, guna melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Melayu kepada generasi muda, Disbudpar Aceh menggelar kegiatan tersebut.


"Adapun konten dalam kegiatan tersebut terdiri dari apresiasi suara melayu, seminar dan eksebisi melayu," terang Yana.


"Untuk kegiatan seminar mengambil judul eksistensi budaya Melayu dikalangan milenial Kota Langsa. Dan dalam kegiatan ini juga ada hadiah jutaan rupiah," pungkas Yana Ayudhia.[Red]
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru