Walikota Imran Terpanggil untuk Membangun Kota Lhokseumawe

author photoJamaluddin
8 Sep 2022 - 15:38 WIB

THEATJEHNET, LHOKSEUMAWE —  Pj Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd mengadakan kegiatan temu ramah dengan para jurnalis di kota tersebut, Kamis (8/9/2022). Dalam bincang santai, Walikota Imran menyebut dirinya selaku putra daerah merasa terpanggil untuk membangun Kota Lhokseumawe.

"Mudah-mudahan dengan ini dapat memberi gambaran tentang Saya. Disini Saya tidak ada kepentingan politik dan kepentingan pribadi. Saya ke sini karena penugasan dan keterpanggilan untuk melakukan perubahan Kota Lhokseumawe," kata Imran di hadapan para jurnalis.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Imran juga menyampaikan beberapa programnya untuk pembangunan Kota Lhokseumawe kedepan. Salah satu program yang tengah digencarkan saat ini yakni pembasmian sampah agar sesuai dengan namanya daerah Syariat Islam.

Sebagai bentuk keseriusannya, Walikota Imran akan mengadakan kegiatan Gerakan Masyarakat Lhokseumawe Bersih dan Bebas Sampah di Pantai Jagu dan Gampong Pusong pada Jumat (9/9/2022) besok.

Beberapa waktu lalu, Walikota Imran juga melakukan pembersihan drainase yang kumuh di jalan RRI Gampong Tumpok Teungoh. Sejauh ini, badan jalan di daerah tersebut sering terendam air luapan drainase, sehingga warga kesulitan melintas khususnya ketika musim hujan.

"Setelah pembersihan itu, pas malamnya yang lagi hujan deras Saya ke sana Alhamdulillah enggak ada lagi air di jalan, cuma di paritnya air masih penuh. Mudah-mudahan dengan adanya masukan dari teman-teman kita dapat bekerja lebih maksimal lagi ke depan," kata Imran.

Putra asli Lhokseumawe yang selama ini bekerja di Kemendagri juga menyampaikan fokusnya ke depan untuk pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Kota Lhokseumawe.

Bahkan Walikota Imran juga sudah meminta Kadis Kesehatan dan Bappeda soal penyiapan amdal dengan lahan seluas 2 hektar untuk pembangunan rumah sakit daerah.

"Saya pikir rumah sakit daerah dua hektar sudah cukup kok, apalagi kalau memang nanti modelnya multiyears. Kalau tahun pertama bisa kita bangun satu atau dua lantai, nanti tahun kedua lanjutannya. Kalau nanti ada yang ngomong gimana kalau misalnya RSU Cut Mutia Aceh Utara diserahkan ke kita, nanti kita pikir jadi yang lain gitu," imbuh Imran.

"Saya melihat seperti di Jakarta ada rumah sakit jantung, rumah sakit kangker. Jadi kenapa di Lhokseumawe enggak seperti itu aja kita buat. Kita punya potensi untuk menarik itu semua kok dari Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Utara," ucap Imran.

Silaturahmi tersebut turut dihadiri Sekdako T. Adnan SE dan sejumlah ASN Pemko Lhokseumawe. []
KOMENTAR