Peringati 17 Tahun Damai Aceh Antara RI-GAM, Ceulangiek Gelar MTQ

author photoM. Sulaiman
10 Agu 2022 - 18:34 WIB

BIREUEN-Perang Aceh telah usai, antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui meja perundingan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 yang lalu,



Namun bertepatan pada 15 Agustus 2022 ini, kita akan Memperingati Perdamaian Aceh Ke-17 Tahun, yang bertikai kedua pihak, antara GAM dan RI, dengan mengenang hari bersejarah tersebut. Ketua DPRK Bireuen. Rusyidi Mukhtar. S.Sos menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)


Musabaqah Tilawatil Qur'an tersebut, dijulukan dengan diberi nama MTQ Peusangan Raya, acara dilaksanakan di Komplek Terminal Matang Geuleumpang Dua Kecamatan peusangan Kabupaten Bireuen Selasa 9 Agustus 2022 Malam. di buka oleh Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar, A. Gani., SH. M.Si


Dalam sambutan Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar, A. Gani., SH M.Si menyebut kan, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Peusangan Raya ini digelar, merupakan dalam rangka memperingati Perdamaian Aceh yang ke-17 tahun.

Dimana Kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki antara Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatanga ni sebelumnya, itu merupakan bagian wujud demi tercapai Damai Aceh.


Dengan adanya perdamaian Aceh purlu di maknakan sebagai rasa syukur kita semoga Allah SWT selalu membukakan Pintu nikmat bagi seluruh elemen Masyarakat.


Dengan mengisi perdamaian ini, perlu di amal dengan kebaikan yang sebesar-besarnya, seperti kegiatan yang dilaksanakan pada malam ini, sebut Bupati Bireuen.


Semoga dengan terlaksananya MTQ ini dapat Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita bersama, sudah selayaknya dilakukan masyarakat, sebab Aceh merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam.


Penyelenggaraan MTQ ini menjadi salah satu sarana prasarana dalam menjaga kemurnian Al Qur'an melalui tradisi lisan para pembaca dan penghafal Al-Quran. Sehingga Al-Quran tetap terjaga eksistensinya dari satu generasi ke generasi yang lain.

Selain itu, kegiatan MTQ ini hendaknya tidak terjebak dalam kegiatan seremonial- semata. Namun makna dan tujuan MTQ harus bisa benar-benar memberikan hasil seleksi dan diimplementasi dalam kehidupan sehari-hari untuk saling berlomba, di penghujung sambutan, Bupati Muzakkar A. Gani, turut menyampaikan Permohonan Maaf,


Sejak dirinya menjadi Wakil Bupati bermasa Alm H. Saifannur. Sos. Sebagai Bupati Bireuen. Maka Allah SWT telah mengkehendaki Beliau menghadap sang Ilahi, sehingga dirinya harus meneruskan cita-cita Baliau, sebagaimana harapannya, Insya Allah dengan Izin Allah saya telah menjalankan cita-cita beliau walau tidak sempurna, mohon di maafkan karena saya manusia tidak luput dari kekurangan," ungkap Bupati Bireuen. H Muzakkar A Gani.


Sebelumnya, dalam sambutan Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar S.Sos, pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Peusangan Raya ini, yang merupakan dalam Rangka memperingati 17 Tahun Perdamaian Aceh,


Sementara itu, kegiatan MTQ ini, yang diikuti 40 Peserta Kafilah Putra Putri, dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Jangka, sebutnya.


"Lanjut Rusyidi, sapaan Ceulangiek, acara MTQ Peusangan Raya ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur untuk memperingati perdamaian Aceh antara GAM dan RI yang sudah memasuki ke-17 tahun, bertepatan pada 15 Agustus 2005-15 Agustus 2022, Selain itu, harapannya, dengan terlaksananya MTQ ini akan dapat menumbuhkan bibit-bibit baru dan generasi Qur'ani yang baik,


"Kita sangat menaruh harapan dengan terlaksananya kegiatan MTQ ini, dapat melahirkan potensi, minat dan bakat, untuk menuju generasi muda yang Qur'ani dan unggul, cerdas, agamis dan ber-akhlakul karimah, serta dapat menghasilkan kafilah-kafilah yang terbaik dari Kecamatan untuk diikut sertakan dalam MTQ di tingkat Kabupaten maupun Provinsi," harap Ceulangiek.


MTQ Peusangan Raya dibuka dengan perdana yang digagas Politisi Partai Aceh tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan silaturrahmi antara satu sama lain, harapannya dapat menjadi pemicu percepatan pembangunan di daerah Kabupaten Bireuen, serta perilaku kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai Qur'ani.

"Semoga dengan digelar MTQ ini dapat memiliki nilai makna tersendiri sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat dan memasuki 17 tahun Perdamaian Aceh, dia berharap kepada Masyarakat Aceh khusus Masyarakat Kabupaten Bireuen terus merawat Perdamaian ini, maka jika kita merawat Perdamaian ini dengan baik Insya Allah pembangunan di Kabupaten Bireuen pasti akan terus baik," ungkap Ketua DPRK Bireuen. Rusyidi Mukhtar.(MS)
KOMENTAR