17 Tahun Perjalanan MoU Helsinki, Kesejahteraan Rakyat Aceh Hannya Isapan Jempol

author photoM. Sulaiman
13 Agu 2022 - 22:26 WIB

BIREUEN-Perdamaian Aceh kini akan memasuki umur ke-17 tahun tepatnya jatuh pada 15 Agustus 2005, 15 Agustus 2022, namun jauh sebelumnya apa yang dicita cita oleh Rakyat Aceh, dengan terciptanya Kesepakatan MoU Helsinki, bertujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi, sebagai sektor lain yang mengalami kemunduran selama terjadi Konflik bersenjata serta diperparah lagi dengan bencana alam Tsunami 2004 memporak porandakan Aceh.


Sementara itu, perjalanan MoU Helsinki akan memasuki 17 tahun pada 15 Agustus ini, namun kesejahteraan masyarakat Aceh masih jauh dari kata sejahtera. Bahkan saat ini Aceh menyandang gelar Provinsi termiskin di Pulau Sumatera.


Hal itu dikatakan oleh Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin, Kepada TheAtjehNet. di salah satu Cofee dalam Kota Juang Kabupaten Bireuen. Sabtu 13 Agustus 2022 Malam.

"Perdamaian Aceh yang akan mencapai 17 tahun, sedangkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh hanyalah isapan jempol belaka," sebut Nasruddin.


Menurutnya, kesejahteraan yang belum dirasakan masyarakat Aceh, Rakyat di kabupaten Bireuen dikarena kan para elit politik masih sibuk memainkan berbagai isu, salah satu isu bendera sehingga terkesan lupa bahwa yang dibutuhkan masyarakat adalah kesejahteraan.


"Setiap menjelang peringatan MoU Helsinki, atau menjelang memasuki Pemilu para elit politik Aceh dan Bireuen selalu memainkan isu bendera Bulan Bintang yang terus-menerus digelindingkan. Mereka lupa bahwa yang dibutuhkan oleh Rakyat adalah kesejahteraan," ucap Nasruddin.


"Untuk itu kami menghimbau kepada organisasi-organisasi maupun elemen sipil lainnya agar tidak terprovokasi dengan ajakan atau aksi yang hanya mementingkan kelompok atau golongan saja," himbau Pria kelahiran Indra Makmur tersebut.(MS)
KOMENTAR