Pemilihan Ketua PPNI Bireuen Diduga Dibekingi Ketua Parpol

author photoM. Sulaiman
5 Jul 2022 - 12:47 WIB

BIREUEN-Pemilihan Ketua  pada Organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) diduga sarat kepentingan salah satu ketua Parpol di Kabupaten Bireuen.


Dimana dalam pemilihan ketua PPNI Bireuen ada tekanan dari ketua parpol, dimana diketahui kemenangan pemilihan ketua denga cara aklamasi, dengan memiliki dukungan dari 14 DPK, dari 27 DPK di Kabupaten Bireuen, padahal pemenang ketua tersebut bukan dari incumbent.


Diketahui ada tiga orang yang mendaftar sebagai calon ketua, diantaranya, Saifullal, S.Kep, Mirza Tawi, M.Kep dan Ners Mansur, S. Kep.


Namun secara aklamasi Mirza Tawi memenangkan sebagai ketua PPNI Bireuen, sehingga kedua calon yang lain memilih walk out.


Saifullah merupakan salah satu calon ketua PPNI mengakui Kepada TheAtjehNet. Senin 4 Juli 2022, kemenangan ketua PPNI Bireuen dinilai tidak sesuai AD/ ART PPNI, dikarenakan membawa surat dukungan pada saat akan dilakukan pemilihan, ngaku Saifullah saat menemui Media ini di salah satu Warkop dalam Kota Juang.


"Saya memilih walk out saat pemilihan ketua ini, dikarenakan ada calon yang mendapat surat dukungan dari 14 DPK, anehnya kenapa pada saat pemilihan baru diserahkan,"ujarnya.


Menurutnya, dalam pemilihan ketua ini ada intervensi dari salah satu ketua parpol di kabupaten Bireuen, sehingga ada beberapa ketua DPK memberikan dukungan langsung sebanyak 14 DPK dari 27 DPK.


Dia juga menambahkan, pemilihan ketua ini seharusnya dilaksanakan secara adil dan bijak, dan harus dilaksanakan secara terbuka untuk pemilihan ini.

Sementara itu, Ns Kafrawi M.Kes selaku manta ketua PPNI Bireuen Kepada TheAtjehNet Senin 4 Juli 2022 mengatakan, pemilihan Ketua PPNI Bireuen sudah sah, dikarenakan pada saat Muswil dan Muscab dibolehkan ada dukungan dari DPK.


"Mengenai ada kepentingan oleh salah satu ketua parpol saya tidak tahu, namun pemilihan ketua ini dianggap sudah sah sesuai AD/ART PPPNI, dan juga disampaikan dalam Muswil dan Muscab, "ujar Kafrawi.(MS)
KOMENTAR