Mayjen TNI A. Daniel Chardin Pangdam I/BB Ternyata Lulusan Terbaik dari Baret Merah

author photoRedaksi
28 Feb 2022 - 05:29 WIB

Karier meroket, akmil angkatan 90 itu ternyata lama di Aceh, mulai masa konflik hingga menjabat Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa dan Kasdam IM di Aceh, Mayjen TNI A. Daniel Chardin juga merupakan lulusan seskoad terbaik dari Corp Baret Merah Kopassus.

BANDA ACEH - Perjalanan karir Jenderal TNI murah senyum dari Corp Baret Merah itu terbilang meroket. Mengapa tidak, setelah dipercaya TNI-AD, Mayjen TNI A. Daniel Chardin lulusan Akmil angkatan 90, saat ini menduduki jabatan sebagai Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), di Medan, Sumatera Utara.

Memiliki segudang pengalaman, termasuk pada masa konflik Aceh, hingga  mengantarkan karirnya selain menduduki jabatan Orang Nomor Satu di Kodam I/Bukit Barisan, Sumatera Utara. Mayjen TNI A. Daniel Chardin pernah dipercaya menjabat Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, di Lhokseumawe, dan Orang Nomor Dua di Kodam Iskandar Muda, menjabat sebagai Kasdam IM, Aceh.

Diketahui, Mayor Jenderal TNI A. Daniel Chardin memiliki saudara kandung dari TNI  berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) M. Erwin Syafitri, keduanya merupakan anak dari pensiunan seorang prajurit TNI berpangkat Pelda dengan Corp Polisi Militer di Kodam I/Bukit Barisan.

Dua kali menduduki jabatan strategis pada saat berpangkat Bintang Satu Brigjen TNI dan Bintang Dua Mayjen TNI sebagai Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Angkatan Darat (Wadanpussenifad) hingga berakhir setelah dilantik menduduki jabatan baru sebagai Pangdam I/Bukit Barisan.

Selain itu, dalam pengalaman di militernya, Mayjen Achmad Daniel Chardin bersama Istri yang setia mendamping, memiliki Tiga Orang Anak, yakni 2 Orang Putri dan seorang putra, pengalamannya lama berdinas di satuan baret merah Kopassus, Dia juga merupakan lulusan terbaik Seskoad 2004, dan keahlian di bidang intelijen juga sangat mumpuni.

Termasuk pada masa konflik di Aceh, hingga keberhasilannya mampu menghentikan kelompok bersenjata hanya dengan cara binter dan komunikasi pendekatan secara langsung dilakukannya. Bahkan kini salah satu anak pimpinan kelompok itu, sudah ada yang mengabdi kepada NKRI menjadi prajurit TNI.
KOMENTAR