Wakil Bupati Pijay Pimpin Apel Pasukan OPS Lilin Seulawah 2021

author photoKherry Leib
24 Des 2021 - 08:35 WIB

PIDIEJAYA - Wakil bupati H.Said Mulyadi SE MSI pinpin Apel Gelar Pasukan Operasi (OPS) Lilin Seulawah  Tahun 2021  di halaman Mapolres PidieJaya, Kamis 23/12/2021.

Apel gelar pasukan operasi lilin Seulawah
Ikut dihadiri Wakil Bupati, Kapolres, Wakapolres, Kabag ops, ketua DPRK, Sekda, SKPK dan seluruh jajaran kepolisian setempat.

Apel gelar pasukan Ops lilin tahun 2021
bertindak sebagai Pimpinan (Irup) Wakil Bupati, sementara Komandan upacara dipimpin langsung oleh Kasatlantas IPDA Ian Fitrah.SH dan Up Kasat Samapta Polres Pidie Jaya AKP. Jamiat Sabdar.

Dalam upacara tersebut Wakil Bupati membacakan amanat tertulis  Kapolri yang isinya sebagai berikut, Dalam pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin-2021 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh  jajaran Polri dengan tema "Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin-2021, kita tingkatkan sinergi Polri dengan Instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022" tentunya tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Lanjutnya, Perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul, dan bersuka cita bersama dengan keluarga serta merayakan pergantian tahun di berbagai lokasi. Hal ini tentunya akan meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas serta penyebaran pandemi Covid-19.

Masih menurut Kapolri, dalam keterangan pers Presiden RI Joko Widodo terkait perkembangan masuknya varian Omicron di Indonesia, beliau mengingatkan, "Sekarang, yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas di Tanah Air. Jangan sampai terjadi penularan lokal. Kitanharus berupaya menjaga situasi di Indonesia tetap baik. Kita pertahankan jumlah kasus aktif agar tetap rendah. tingkat penularan kita awasi agar bertahan di bawah Jangan sampai itu melonjak lagi.

Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah terkendali dimana tingkat penularan berada di bawah angka 1, dengan positivity rate dan BOR rumah sakit berada dibawah standar WHO. Kesuksesan dalam 
mengendalikan laju Covid-19 ini, membuat Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dalam rangka pemulihan Covid-19 menurut indeks Nikkei.Tentunya capaian ini harus kita pertahankan dengan tetap waspada. Kita harus melakukan berbagai upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa Indonesiadari bahaya pandemi Covid-19 dengan mengedepankan asas keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi  "Salus Populi Suprema Lex Esto".

Selain itu, pada satu minggu sebelum pelaksanaan operasi yaitu pada tanggal 17 sampai 23 Desember 2021, Polri juga telah melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 3 sampai 9 Januari 2022 untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pra dan pasca
Operasi Lilin-2021.

Pelaksanaan pengamanan Nataru ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah, melalui Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Melaksanakan penjagaan dan pengawasan pelaksanaan ibadah natal di gereja. Protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat mulaidari ibadah secara hybrid, pembatasan jamaat maksimal 50 persen kapasitas ruangan, prokes 3M, mengatur mobilitas jemaat, sirkulasi udara yang baik, dan aturan lainnya sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 31 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada Perayaan Natal Tahun 2021.

Persyaratan perjalanan pada berbagai moda 
transportasi juga harus betul-betul diawasi 
pelaksanaannya;

Penguatan pengawasan karantina PPLN yang masuk ke Indonesia baik melalui jalur darat, laut, dan udara; 

Setiap terdapat kasus konfirmasi harus langsung dilakukan testing, tracing, dan treatment dengan baik. Lakukan isolasi mandiri, isolasi terpusat, atau perawatan di rumah sakit rujukan.
KOMENTAR