Milad GAM ke-45 D4 Wilayah Batee Iliek Wujud Persatuan Kombatan

author photoM. Sulaiman
5 Des 2021 - 11:10 WIB

BIREUEN-Jajaran Ek Kombatan Gerakan Aceh Merdeka Daerah IV Wilayah Batee Iliek memperingati Milad GAM Ke-45 Tahun, 4 Desember 1976-4 Desember 2021, dengan mengangkat Tema, Krue Seumangat Saleum Troek Teuka, Sapue Khen Sapu Pakat Sang Seuneusap Meu Adoe Aa. Acara yang berlansung di Meunasah Samuti Makmur Sabtu 4-12-2021.


Ketua Panitia Pelaksana acara Milad GAM Ke-45. Mahdi M Saleh, sapaan Mahdi Cobra, menyampaikan dalam laporan kegiatannya. Berlangsungnya acara ini berkat dukungan dan atas kerjasama para ek Kombatan GAM/KPA/PA Daerah IV Wilayah Batee Iliek, turut di bantu dana dari sejumlah Pengusaha, sehingga acara Milad GAM ini dapat kita laksanakan dengan baik,


Terkumpulnya Dana dalam masa satu minggu sehingga acara Milad GAM Ke-45 ini dapat kita laksanakan dengan baik, dengan kekompakan ek kombatan GAM/KPA/PA Daerah IV, Batee Iliek, bahu membahu kami menggalang dana dimana-mana untuk dapat tercapai cita-cita hari bersejarah ini, ucapan Takzem Mahdi Cobra kepada seluruh Jajaran ek Kombatan GAM yang telah bersama-sama untuk menyukseskan Milad GAM ini, namun sebelumnya acara ini di rencankan hanya waktu satu minggu dalam waktu yang sangat sempit, sehingga segala kekuatan di kerahkan untuk dapat terlaksananya kegiatan Milad GAM dengan sempurna, namun
Kegiatan Milad GAM pada hari ini Berkat kerjasama dan dengan seizin Allah serta dukungan Panglima oprasi D4 Bate Iliek Tgk Aya manok yang begitu serius mengkoordinir seluruh angotanya. 


Diantaranya. Samsul Admi (Meutri KPA) selaku Bendahara Daerah IV, Apa el, Sagop dari Sagoe Cut Manyak. Turut dibantu ek tripoli diantaranya, Tgk Akop sapaan Toke Mameh dan Apa Un Abunek, juga Mun Ali Pasir selaku mantan Wapang Muda D4 Wilayah Batee Iliek,"sebut Mahdi Cobra yang juga Keuangan Daerah IV Batee Iliek.


Sementara itu penyedian Khanduri pada Milad GAM hari ini dapat kita sediakan untuk 2000 orang tamu undangan, panitian acara turut menyembelih dua ekor sapi, serta menyantuni 56 orang Anak Yatim yang ada di kemasjidan Samuti, urai ketua Panitia pelaksana Acara Milad GAM, Mahdi Cobra.


Amatan Media ini di lokasi acara, jajaran ek Kombatan GAM/KPA/PA, juga menyediakan makanan sebagai bentuk syukuran. Untuk ribuan Masyarakat yang hadir terdiri dari para anak syuhada, para tokoh masyarakat, para Imum Mukim, para Keuchik, para Dewan DPRK Bireuen juga turut hadi ketua PMI Bireuen Edi Saputra, sering disapa Edi Obama bersama istrinya para tokoh pemuda, yang ikut mencicipi makanan yang sudah dihidangkan.


Disela-sela kegiatan, Ketua panitia pelaksana Milad GAM Ke-45, Mahdi Cobra kepada TheAtjehNet. mengatakan, serangkaian kegiatan dengan sumbangan dana beberapa donatur dan patungan sesama GAM dan KPA, guna untuk dapat mengenang para syuhada yang sudah syahid di dalam perang Aceh masa lalu.


Ia mengaku, selain doa dan zikir bersama, pihaknya juga menyantuni 56 orang anak yatim yang ada di kemesjidan samuti, diantaranya samuti makmur, samuti Krueng, Samuti aman, Samuti Rayeuk dan Gampong Blang rheu, serta anak anak syuhada dan yatim piatu yang ada di daerah IV. 


"Para syuhada sudah bersusah payah memperjuangkan Aceh, malalui perdamaian Aceh sehingga sudah sepatutnya kita mengenangnya dengan memanjatkan doa dan zikir bersama, untuk mengenangnya," ujarnya.


"Lanjut Mahdi Cobra. Melalui momentum Milad GAM ini, Bangsa Aceh dituntut untuk terus kompak dalam menjaga perdamaian dan menjaga kekhususan Aceh. Bahkan, ia mendesak Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan seluruh butir-butir MoU Helsinki demi keutuhan perdamaian Bangsa.


Disamping itu, Azharuddin turut membacakan amanat paduka yang mulia Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haythar dihadapan para hadirin. Diantaranya, amanah wali yaitu, dituntut bersatu dalam menghadapi upaya direvisi Undang Undang Pemerintah Aceh (UUPA).


"Namun kita harus selalu bertanya pada diri kita sendiri, apakah semua butir-butir kesepakatan MoU Helsinki dan turunannya pada Undang-undang No 11 tentang Pemerintahan Aceh Tahun 2006 telah terlaksanakan dan sudah dipenuhi semua. Malah belakangan ini, ada upaya yang sedang dilakukan untuk merevisi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, ini sungguh membuat suasana yang tidak nyaman dan damai bagi Aceh, umumnya bagi Indonesia. Karena, berbagai substansi UUPA sebelumnya tidak dijalankan secara utuh, sekarang malah hendak direvisi," sebutnya.


"Azaruddin menegaskan, kalaupun UUPA tetap direvisi, maka GAM merupakan pihak pertama yang wajib dilibatkan, karena keinginan GAM revisi UUPA tetap harus sesuai dengan Memorandum of Undestanding (MoU) Helsinki, 15 Agustus 2005, diantaranya Apa Un juga berpesan jadilah Kombatan GAM yang beraklak Mulia.


"Jika pun ada upaya-upaya untuk menghilangkan makna dan amanat dari MoU Hilsinki yang dimaksud, maka harus dianggap sebagai pengkhianatan terhadap perdamaian yang telah dicapai para pihak," Tagas Azharuddin dalam penyampaian Amanat Wali Nanggroe.


Orasi perjuangan juga disampaikan oleh mantan Panglima Muda Daerah IV Wilayah Batee Iliek, Tgk Ma'un alias Abunek. Ia menegaska, Perjuangan GAM belum selesai, kita masih punya tanggung jawab besar terhadapa bangsa Aceh, sebagaimana yang telah dijabarkan dalam butir-butir Mou Helsinki, kita berharap pemerintah Pusat dapat segera menyelesaikan persoalan Aceh seperti Bendera Bulan Bintang, dan lain lainyan. Tegas Abunek.


"Ribuan masyarakat dari Daerah IV Wilayah Batee Iliek, terdiri dari Kecamatan Gandapura, Makmur dan Kutablang, serta ek Kombatan GAM/KPA/PA. Artinya, Bangsa Aceh masih sangat kompak dalam menjaga perdamaian.  Semoga kegiatan seperti ini terus dijadikan sebagai kegiatan tahunan untuk mengenang para syuhada yang telah gugur di dalam perang masa Konflik Aceh.(MS)
KOMENTAR