10 Tahun Tari Saman Jadi Warisan Budaya Dunia, Ini Pesan Bupati Gayo Lues

author photoKamsah
25 Nov 2021 - 09:57 WIB

BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Pariwisata gelar acara peringatan 10 Tahun saman menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Rabu (24/11/2021)

Kegiatan yang dilaksanakan di bale pendopo Bupati tersebut rencananya dilakukan live streaming. Semua persiapan sudah dilakukan namun sinyal menjadi kendala.

Meskipun demikian kegiatan berlangsung sangat meriah. Di buka dengan pertunjukan saman oleh penari profesional suasana menjadi sangat hangat dan gembira.

Dalam kesempatan yang diberikan, H.Ali Husin salah satu Penari saman legendaris grup rempelis mude yang juga sebagai ketua Dewan Kebudayaan Aceh mengajak rekan-rekan legendarisnya untuk maju kepodium untuk memberitahukan kepada masyarakat betapa berjasanya rekan-rekan nya tersebut dalam mengenalkan tari saman ke dunia di tahun 90an.

Bupati Gayo Lues Muhammad Amru tampak jengkel karena meskipun saman telah di akui di UNESCO namun bila mencari di Google maka yang akan tampak malah Tari Ratoh Jaroe. Bupati Amru meminta masyarakat agar berupaya bersama-sama dalam meluruskan kesalah pahaman masyarakat Dunia tentang Saman dan Ratoh Jaroe.

"Saman di Tarikan oleh laki-laki. Tidak boleh di campur antara laki-laki dan perempuan. Tidak boleh pula di Mainkan oleh Perempun" tegas Bupati Amru.

Senada dengan itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues dalam kesempatan lain mengatakan bahwa tidak layak wanita menepuk dada dalam tari karena hal tersebut tabu. 

"Kita minta kepada teman-teman media, kita dorong (sosialisasikan) bahwa saman ini di tarikan oleh laki-laki tidak ada perempuan tari saman itu. Karena saman ini adalah tepuk dada tidak mungkin tepuk dada itu perempuan", ujarnya.

Melanjutkan kegiatan peringatan saman ke 10 tersebut beberapa kesenian juga turut di tampilkan mulai dari kolaborasi pembacaan Puisi dan seruling Gayo dan ditutup oleh penampilan tari kolaborasi Saman dan Bines binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, jelasnya.  ( kamsah galus   )
KOMENTAR