RSU Cut Meutia Tambah Ruang Inap untuk Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging

author photoRedaksi
19 Agu 2020 - 21:30 WIB

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meresmikan ruangan rawat inap tambahan untuk pasien yang terpapar wabah virus Covid-19, yaitu ruangan rawat inap untuk Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere), di RSU Cut Meutia di kawasan Buket Rata, Lhokseumawe, Rabu, 19 Agustus 2020.

Ruangan baru Pinere yang diresmikan tersebut memiliki sebanyak 30 tempat tidur, didukung sejumlah fasilitas dan prasarana medis yang memadai sesuai protokol penanganan pasien Covid-19. 

"Ini dilakukan sesuai dengan instruksi Gubernur Aceh melalui surat Nomor 440/10813 tanggal 30 Juli 2020 agar Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Aceh menyiapkan tambahan ruang perawatan dan karantina pasien positif Covid-19 bersifat OTG di setiap rumah sakit," ungkap Bupati H Muhammad Thaib.

Penambahan ruang Pinere dimaksudkan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang masuk ke RSU Cut Meutia. Setiap kemungkinan harus diantisipasi sedini mungkin, sehingga jika hal itu terjadi maka pihak rumah sakit menjadi lebih siap dalam menghadapinya.

Saat ini, kata Cek Mad, setiap rumah sakit dituntut harus menyediakan fasilitas ruang rawat Pinere guna untuk menampung masyarakat yang terpapar Covid-19. Ruang rawat Pinere harus sesuai dengan standar penanganan pasien Covid-19 katagori ringan dan sedang yang membutuhkan observasi dan perawatan awal.

"Begitupun, kita sangat tidak berharap adanya masyarakat yang terkena Covid-19, yang kita harapkan tidak ada lagi yang terpapar wabah ini di daerah kita. Harapan kita masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah," harap cek Mad.

Selain meresmikan ruang rawat inap Pinere, pada kesempatan yang sama Bupati H Muhammad Thaib juga meresmikan ruang rawat RICU (Respiratory Intensive Care Unit) dan me-launching prasarana medis baru berupa Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

Direktur RSU Cut Meutia drg Nuraida Hadi mengatakan layanan ESWL merupakan salah satu layanan unggulan RSU Cut Meutia kepada masyarakat umum. ESWL merupakan prosedur kesehatan untuk pemecahan batu ginjal dari luar tubuh dengan menggunakan mesin yang menghasilkan gelombang kejut.

Disebutkan, ESWL adalah prosedur yang digunakan untuk menangani penyakit batu ginjal. ESWL menggunakan alat yang dapat memancarkan gelombang kejut yang dikonsentrasikan pada batu ginjal untuk menghancurkannya menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil, sehingga dapat dikeluarkan bersama urine.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSU Cut Meutia Aceh Utara atas kinerja dan kerja kerasnya selama ini dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat," kata Cek Mad, sapaan akrab Bupati, seraya menambahkan Pemkab Aceh Utara akan terus berupaya dan berkomitmen penuh mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
KOMENTAR