Anggota Komisi II: Rakyat Wajib Tahu Peruntukan Dana Refocusing Covid Rp 2,3 Triliun

author photoRedaksi
13 Agu 2020 - 18:21 WIB

Sulaiman, SE
BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, Sulaiman menyorot peruntukan dana refocusing APBA 2020 yang diperuntukan untuk penanganan Covid-19 di Aceh.

Apalagi saat ini dana refocusing tersebut sudah bertambah, dari sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,3 triliun.

"Belakangan, informasi yang saya terima angka anggaran penanganan Covid-19 bertambah menjadi Rp 2,3 triliun," kata Sulaiman, Kamis (13/8/2020).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh sudah melakukan perubahan terhadap APBA 2020 melalui Pergub Aceh Nomor 38 Tahun 2020 tentang perubahan atas Pergub Aceh Nomor 80 Tahun 2019 tentang Penjabaran APBA 2020.

Hasilnya terjadi pengurangan pada anggaran belanja dari sebelumnya Rp 17,279 triliun menjadi Rp 15,798 triliun.

Pengurangan juga terjadi pada anggaran pendapatan, dari Rp 15,457 triliun menjadi Rp 13,975 triliun atau berkurang Rp 1,481 triliun, akibat penyesuaian pendapatan yang berkurang dan adanya refocusing pada kegiatan SKPA untuk penanganan pandemi Covid-19.

Sulaiman mempertanyakan kepada Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) kemana saja uang rakyat itu dipergunakan. Sebab, selama ini TAPA tidak pernah melakukan sosialisasi peruntukan dana sebesar itu di sektor apa saja.

"Termasuk ke DPR Aceh, oleh eksekutif belum melaporkan rencana penggunaan anggaran tersebut dan sejauh mana sudah penggunaan anggaran tersebut," lanjutnya.

Oleh karena itu, mantan ketua DPRK Aceh Besar ini berharap kepada Plt Gubernur Aceh untuk memerintahkan Ketua TAPA yang juga Sekda Aceh, mempublikasikan semua penggunaan anggara tersebut serta menjelaskan kepada publik.

"Yang dikelola hari ini oleh Pemerintah Aceh adalah dana publik, uang umat, maka wajib dipublikasi dan disampaikan ke publik," tukasnya.

"Selama ini, sosialisasi rencana penggunaan anggaran tersebut sangat kurang dan hampir tidak dilaksanakan sosialisasinya oleh pihak terkait di level eksekutif," sambung Sulaiman.

Sulaiman juga menyoroti bantuan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis, terutama di rumah sakit rujukan dan tenaga medis yang ada di puskesmas yang belum memadai.

"Masih ada puskesmas yang tak memiliki APD. Lantas anggaran yang diperuntukkan untuk penanganan Covid manfaatnya di mana?" tandas Sulaiman dengan nada mempertanyakan.

Belum lagi, papar dia, banyak pelaku usaha di Aceh juga gulung tikar akibat pandemi ini, namun dukungan pemerintah belum terlihat. "Sangat miris, uang ada tapi manfaat belum dirasakan oleh rakyat. Jangan sampai kekecewaan rakyat memuncak," pungkasnya. (*)
KOMENTAR