Dinas Pendidikan Aceh Menyiapkan Sekolah untuk Beraktivitas Ditengah Pandemi COVID-19

author photoRedaksi
4 Jul 2020 - 08:26 WIB

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh menyiapkan sekolah untuk beraktivitas di tengah pandemi COVID-19, seiring segera dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rachmat Fitri, Jumat (3/7/2020) mengatakan  satu poin yang diimbau pemerintah diperhatikan ketika aktivitas belajar mengajar di tengah pandemi, yakni guru dan murid harus memastikan telah berwudhu sebelum ke sekolah.

"Iya itu memang kita imbau para guru, siswa ketika dari rumah memastikan sudah berwudhu, biar ada nilai ibadah. Jadi kita berserah ke Allah SWT setelah kita berikhtiar, dan kesepakatan ikhtiar kita disebut dengan protokol kesehatan," kata Rachmat di Banda Aceh.

Rachmat menjelaskan, pihaknya sedang meninjau ke lapangan terkait kesiapan sekolah-sekolah di daerah untuk kembali aktif di tengah COVID-19, dengan menerapkan protokol kesehatan sekaligus Standar Operasional Prosedur (SOP) pendidikan.

Mereka memastikan semua kesiapan yang disyaratkan dalam protokol kesehatan seperti menyediakan wastafel portable, thermo gun, masker, serta semua yang telah ditentukan dalam protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Dan kesiapan protokol pendidikan, kita bentuk kepanitian COVID-19 di tingkat sekolah, karena nanti yang akan mengurai kerumunan itu petugas. Mulai dari kepala sekolah, guru, hingga semua warga sekolah itu petugas semua," katanya.

Kemudian, kata Rachmat, setiap sekolah juga memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS), yang di dalamnya juga tersedia dokter umum dari Puskesmas, sebagai langkah antisipasi ketika terdapat siswa yang memiliki gejala klinis.

"Jadi kalau ada gejala umum anak-anak kita nanti panas badan, demam, langsung dilayani oleh kesehatan, bekerjasama dengan gugus tugas kabupaten/kota, kita koordinasi semua," katanya.

Selain itu, kata Rachmat, pemerintah belum memastikan proses belajar mengajar dalam tahun ajaran baru tersebut dengan metode bertatap muka atau belajar dari rumah (BDR). Namun dipastikan 13 Juli sebagai jadwal dimulai tahun ajaran baru.

"Bagaimana skenario pembelajar, apakah dengan tatap muka, apakah BDR, kita belum ke situ, yang pastikan ialah bagaimana kesiapan sekolah dengan segala rekomendasi yang diambil oleh menteri bersama tim gugus tugas nasional," ujarnya. [Adv]
KOMENTAR