Tim gugus melakukan Rapid Test Massal

author photoKamsah
10 Jun 2020 - 22:12 WIB

 BLANGKEJEREN: Timgugus Kabupaten Gayolues  Rabu (10 /6/2020) melakukan Rapid test massal terhadap dinas instansi yang ada di Kabupaten Gayolues ,Rapid test di laksanakan di kantor Setdakab.

Bupati Gayo Lues melalui Kabag Humas, Drs.Bunyimanin, S menyampaikan, kegiatan Rapid Test ini dilaksanakan Pemerintah Gayo Lues untuk menindaklanjuti surat edaran Gubernur Aceh Nomor:440/7810 tertanggal 02 Juni 2020 tentang penetapan masyarakat produktif dan aman Covid-19 pada kriteria zona merah.

Ia menyebutkan, animo ASN Gayo Lues sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Sepertinya sudah melebihi target awal yang hanya akan diikuti dua ratusan lebih Pejabat ASN.

"Artinya kesadaran ASN Gayo Lues sudah sangat baik, dan mereka paham betapa pentingnya melakukan Rapid Test untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi virus Corona," ujarnya. 

Sementara Juru Bicara Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Gayo Lues, dr. Safwan menyampaikan, kegiatan rapid test bertujuan memberikan contoh kepada masyarakat untuk menghilangkan stigmatisasi negatif jika rafid test pertanda bahaya.

"Rapid Test tidak bahaya. Bukan aib, itu yang ingin kita sampaikan. Tidak ada yang perlu ditakutkan, rapid test hanya untuk mengetahui apakah kita terindikasi atau tidak, itu saja. Jika terindikasi, kita obati, biar cepat sembuh," katanya. 

Selain itu, sebut Safwan, hasil Rapid Test ini juga akan dijadikan sampel penelitian agar daerah Gayo Lues bisa dipastikan berada dikriteria mana atau zona apa, merah, kuning, atau hijau. 

"Untuk menentukan apakah suatu daerah itu berada dalam zona apa, salah satu caranya adalah harus ada hasil rafid testnya. Misal Gayo Lues ini, yang awalnya zona merah, lalu zona kuning, setelah melakukan rafid test ini dan hasilnya kita berharap masuk kedalam zona hijau sehingga kita bisa menuju ke new normal dan dapat beraktifitas sesuai dengan protokol kesehatan," terangnya. 

Safwan mengungkapkan setelah rafid test massal ASN, selanjutnya dalam minggu ini terhitung dari tanggal 08-15 Juni 2020 akan dilakukan rafid test untuk masyarakat yang berisiko tinggi terpapar virus corona sesuai dengan kriteria dari pihak Provinsi, seperti OTG, ODP, sekolah, Dayah, pedagang, kasir-kasir market dan masyarakat lainnya yang sering berinteraksi di keramaian. 

"Khusus untuk masyarakat metode rapid test nya berbeda. Mereka akan langsung didatangi petugas kesehatan kerumah masing-masing dengan cara diam-diam. Kenapa diam-diam? Hal ini untuk menghindari pengucilan dari tetangganya, karena pada umumnya jika ada yang tahu ada orang yang dirapid test semuanya pada gaduh, ini yang kita hindari," tandasnya.

(Kamsah Galus)

KOMENTAR