BKM Masjid Agung Lhoksukon Khitan Massal 100 Anak

author photoBphat Umar
2 Mei 2020 - 15:58 WIB

ACEH UTARA - Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf menghadiri kegiatan khitan massal 100 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu, dilaksanakan oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Agung Baiturrahim Lhoksukon, Sabtu, 2 Mei 2020.

Khitan massal tersebut merupakan kegiatan rutin BKM Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon yang dilaksanakan setiap tahun. "Yang dilakukan hari ini merupakan kali yang ke- 9 dengan tema Meningkatkan Rasa Kepedulian antar Sesama," ungkap Imum Syik Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Tgk Jamaluddin Ismail atau akrab disapa Walidi.

Kata Walidi, kegiatan itu sukses atas kerjasama dengan pihak Puskesmas dan Forum Masyarakat Lhoksukon (Formal). Sumber dana berasal dari jamaah pengajian masjid Agung Lhoksukon, juga ada bantuan dari Wabup Aceh Utara Fauzi Yusuf, serta dari Formal dan donatur-donatur lainnya. 

Pada kesempatan itu, lanjut Walidi, selain melakukan khitan gratis pihaknya juga turut menyantuni anak-anak tersebut dengan bantuan satu lembar kain sarung. 

"Jumlah anak yang terdaftar pada khitan tahun ini kurang lebih 100 anak, mereka berasal dari gampong-gampong dalam Kecamatan Lhoksukon," ungkap Walidi. 

Menurut Walidi, acara ini bukan hanya di bulan Ramadhan saja, tetapi juga digelar secara berkala bila ada anak-anak dari keluarga fakir miskin atau yatim piatu yang tidak mampu yang mendaftar ke BKM. 

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf dalam arahannya mengatakan ke depan BKM akan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara untuk mendata anak-anak fakir miskin atau yatim piatu yang kurang mampu untuk dilaksanakan khitan massal. 

"Jadi ke depan kita akan lakukan se-Kabupaten Aceh Utara, jadi lingkupnya lebih luas daripada tahun yang sudah kita lakukan. Mungkin ini perlu dukungan dari semua pihak. Sumber dana akan kita salurkan dari CSR perusahaan yang ada di Aceh Utara, dari para pengusaha dan donatur-donatur lainnya. Kegiatan ini sangat mambantu untuk anak-anak fakir miskin dan kurang mampu," kata Fauzi.
KOMENTAR