FPA Minta Pemerintah Usut Akibat Kelangkaan Gula Di Aceh Timur

author photoHasan Basri
27 Mar 2020 - 22:44 WIB

ACEH- Ketua Forum Pemuda Aceh (FPA) mendesak pemerintah Aceh untuk segera mengusut tuntas terjadinya kelangkaan gula pasir di Provinsi Aceh hingga mengalami kenaikan yang sangat signifikan.  

Hal itu diungkapkan Samsul Bahri, Ketua Forum Pemuda Aceh (FPA) disela-sela ngopi bersama sejumlah Media di Aceh Timur. Jumat, 27 Maret 2020. 

Menurut dugaanya, persoalan terjadinya kelangkaan gula pasir di Aceh ada kaitannya dengan dihentikan pasokan gula pasir dari Medan Sumatera Utara sehinggga melonjaknya harga gula di pasaran.  

"Kita menduga adanya permainan "Mafia" pemasok barang dari Medan ke Aceh, sehingga harganya terus meroket, dan ini harus disikapi tegas oleh Pemerintah Aceh karena jika tidak kian hari terus berakibat fatal bagi kesejahteraan rakyat" Ungkap Samsul Bahri. 

Dia juga menekankan kepada Pemerintah Aceh agar segera melakukan pengecekan terhadap Perusahan yang selama ini memasok sembako dari Medan ke Nanggroe Serambi Mekkah seperti minyak goreng, gula pasir dan bahan dapur lainnya, tujuannya, jika kedapatan adanya penimbunan sembako oleh perusahan yang "Nakal" maka pemerintah harus mengambil sikap tegas. 

"Pemerintah harus Kroscek dan periksa lebih mendetil apa yang sebenarnya terjadi, jangan biarkan masyarakat menjerit kasian masyarakat sudah panik dengan issue Corona, harga sembako melonjak terus meroket, kan masyarakat semakin panik". Sambung Samsul. 

Dirinya juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar bahu membahu membantu pemerintah Aceh dalam memberikan informasi," Jika ada yang mengetahui dimana adanya penimbunan gula pasir segera laporkan, ini demi kepentingan rakyat, " Imbuhnya lagi. 

Sebagai pemuda Aceh dirinya juga sangat mengharapkan kerja nyata pemerintah Aceh saat ini agar segera membangun Pabrik gula di Bumi Serambi Mekkah ini, tujuannya agar kita tidak terus menerus bergantungan pada Medan. 

"Jika mengkaji sejarah bahwa Aceh pernah ada sebuah Pabrik gula pada tahun 70-an, dan saat itu gula pasir Aceh pernah dipasarkan hampir kesuluruh pulau Sumatera, kenapa sekarang Pemerintah Aceh tidak membangun Pabrik gula seperti masa lampau, apakah kita mau terus bergantungan sama Medan dalam segala sesuatu hal" Tanya Samsul yang Juga Alumni UIN Ar- Raniry Banda Aceh. 

Menurut Samsul, Sudah saatnya  pemerintah Aceh bangkit dengan meningkatkan taraf ekonomi rakyat dengan cara membangun pabrik seperti pabrik minyak goreng, gula pasir, pabrik sabun dan lainnya, mumpung selagi ada dana Oksus di Bumi Serambi Mekkah yang hanya tinggal beberapa tahun lagi. (*). 

Teks Foto :  Ketua FPA Aceh, Samsul Bahri.
KOMENTAR