Rahmat Asri Sufa Tanggapi Pernyataan Kadri Amin Perihal Dicabutnya Syariat Islam di Simeulue

author photoM. Sulaiman
3 Jan 2020 - 02:12 WIB

BIREUEN- Pernyataan Pemuda asal Simeulue, Kadri Amin menuai polemik baru di awal tahun 2020, Kadri bersitegas agar Syariat Islam di Kabupaten Simeuleu Provinsi Aceh itu dicabut, bahkan menurut Kadri di Simeulue harus dibuka Diskotik dan Bar. Kadri juga menyampaikan PAD Kabupaten Simeulue akan bertambah apabila syariat Islam dicabut dan dibuka lokalisasi sebagai salah satu kawasan wisata di Simeulue, Kamis (2/1/2020).


Rahmat Asri Sufa, Pemuda asal Bireuen mengkritisi dan mengecam pernyataan yang menuai kontroversi tersebut, "saya rasa saudara Kadri perlu memformat ulang pola pikirnya, jangan asal bicara dan seakan-akan pernyataannya yang sepihak itu maha benar. Aceh memiliki keistimewaan, bahkan pemerintah telah menyepakati Aceh berhak mengatur dirinya, sehingga Syariat Islam pun berlaku di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, tidak terkecuali Simeulue", tegas Akademisi muda Aceh ini


Lanjutnya, "Etika dan moral masyarakat kita jangan diusik dengan argumen yang hanya berbicara material semata, jangan gegara PAD, kita gadaikan iman bahkan moral masyarakat kita di Aceh, juga Simeulue", ungkap Rahmat


Terkait adanya orang Aceh yang keluar daerah di awal tahun baru kemarin, itu hanya segelintir, dan tidak semuanya berorientasi negatif bahkan datang dan berkunjung ke Bar dan Diskotik di daerah yang dikunjungi.


"Saya memiliki pandangan yang sangat bertolak belakang dengan saudara Kadri, saya sangat optimis jika Syariat Islam benar-benar dijalankan secara tegas di Aceh termasuk Simeulue. Ciri khas Aceh dengan syariatnya begitu kentara dengan adat dan istiadat masyarakat Aceh, sehingga kawasan wisata islami dapat ditumbuh kembangkan sebagai pola wisata khas Aceh, bahkan terbukanya peluang bagi investor untuk menanam saham di Aceh. Jadi, harapan saya, Saudara Kadri mencabut pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Simeulue, bahkan masyarakat Aceh secara umum, karena penyataan saudara telah melukai hati masyarakat Aceh", tutup alumni Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan ini.(rel) 

Foto : Rahmat Asri Sufa - Kadri Amin
KOMENTAR