Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati Peusijuek Tiga Unit Armada ASIA

author photoRedaksi
31 Jan 2020 - 13:33 WIB

THE ATJEH NET, BANDA ACEH- Ibu Plt Gubernur Aceh yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati melangsungkan peusijuk dan pemotongan pita secara simbolis pelepasan 3 unit Armada Asosiasi Saudagar Industri Aceh (ASIA) dalam rangka distribusi produk UMKM Aceh Ke seluruh aceh dan Medan di depan Toko Bawadi Coffee, Pango, Banda Aceh, Jum'at (31 Januari 2019) pagi tadi.

Kegiatan peusijuk ini juga dihadiri oleh Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Dr Wildan MPd, Pelaksanaan tugas (Plt) Kadis Perdagangan (Perindag) Aceh, Muslem Yacob, Ketua  DPP ASIA, Teuku Dharul Bawadi dan anggota ASIA.

Plt Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati menyampaikan, sangat mengapresiasi anggota ASIA saat ini memiliki tiga unit armada sendiri khususnya mengekspor produk-produk barang lokal Aceh.

"Dekranasda Aceh bekerjasama dengan Dinas terkait sebagai penengah membantu pengusaha yang ada di Aceh guna mendongkrak seluruh UKM yang berjalan sehingga kedepannya lebih berkembang lagi," ungkapnya.

Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT yang diwakili oleh Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Dr Wildan MPd mengatakan, Koperasi yang ada di Aceh keseluruhan berjumlah 6000 keatas, koperasi yang aktif hingga saat ini mencapai 4000 lebih, sedangkan Koperasi yang korlap berkisar sebanyak 2000.

"Koperasi yang masih aktif sudah mempersiapkan segala kesiapan  termasuk pengurusan kewajiban kesiapan RAT sebanyak 900 lebih," ungkapnya.

Wildan berharap, seluruh lembaga perbankan bersama koperasi syariah dapat terus menjaga kekompakan serta menjalankan sistem syariah sehingga kedepannya proses perjalanan Bank Syariah dapat lebih maksimal lagi.

Sementara itu, Ketua DPP ASIA, Teuku Dharul Bawadi menambahkan, pelepasan tiga unit armada untuk mengekspor sebanyak 36 produk khas Aceh  untuk rute pertama arah Timur menuju Binjai dan Barat Selatan, mengingat armada masih terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung terlalu banyak.

"Produk khas Aceh rute pertama ini berupa makanan dan minuman seperti, Coffee, Keumamah, Juice, Keripik dan lainnya," ujarnya.

Bawadi juga menyampaikan, setelah usai perjalanan rute pertama akan berlanjut ke Sumatera dengan jadwal  perjalanannya dua minggu sekali tiap-tiap titik daerah yang sudah ditentukan sesuai pencapaian target kita bersama.
(Ulan)
KOMENTAR