Kadisdik Aceh : Guru Perlu Kembangkan Model Pembelajaran Dipadu Teknologi Informasi

author photoRedaksi
7 Nov 2019 - 09:24 WIB

BANDA ACEH - Munculnya era industri 4.0 menuntut pembaruan di segala lini, tak terkecuali di sektor pendidikan. Saat ini, guru perlu mengembangkan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).

"Perkembangan TIK telah mendorong era baru peradaban manusia dari era industri ke era informasi, serta menuntut perubahan yang mendasar dalam sistem pendidikan abad 21 ini," terang Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri di Banda Aceh, Rabu (6/11/2019).

Kemampuan TIK, lanjut dia, amat diperlukan untuk mengembangkan kompetensi personal, pedagogis, sosial dan profesional sesuai dengan Permendiknas No.16/2007 tentang Kompetensi Guru.

"Ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara krusial. Kesempatan pengembangan profesional pemanfaatan TIK ini perlu mengakomodasi budaya refleksi dan inovasi, serta mengurangi jumlah waktu yang mereka perlukan untuk mengerjakan tugas-tugas lain di luar mengajar," pungkasnya.

Mengamini saran tersebut, secara terpisah Kepala UPTD Balai Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Fariyal menyatakan tengah fokus pada upaya penguasaan TIK untuk pendidikan.

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru, Balai Tekkomdik telah melakukan desiminasi terkait pemanfaatan media belajar berbasis animasi dan info grafis di seluruh Aceh.

"Desiminasi ini diperuntukkan bagi guru SMA/SMK Sederajat di Seluruh Aceh," kata Fariyal.

Dia menilai pengembangan profesional perlu disampaikan dalam berbagai desain, termasuk dalam desain belajar mandiri. Sebab, menurutnya pengembangan profesional juga perlu relevan secara kontekstual untuk berbagai fungsi pekerjaan di lingkungan pendidikan.

"Khususnnya dalam mendukung pengembangan profesional guru dalam penguasaan konten mata pelajaran yang diampu," imbuhnya.

Tak hanya itu, guru juga harus mampu mempersiapkan bahan ajarnya tak lagi secara konvensional. Paradigma pembelajaran sudah berubah, kata Fariyal, dari yang dulunya terpusat pada guru semata, kini tersebar melalui berbagai sumber.

Itu sebabnya, perlu diadakan peningkatan kompetensi guru dalam bidang TIK dengan cara mengikut sertakan mereka dalam pelatihan-pelatihan. Sebab, salah satu tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan guru SMA sederajat dalam bidang multimedia pendidikan.

"Sehingga upaya meningkatkan mutu guru sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dapat dicapai," tandasnya.

Ia menambahkan, peserta mengikuti pelatihan dengan komposisi materi 20 persn teori dan 80 persen praktek. Di akhir kegiatan desiminasi, diadakan evaluasi dengan memberikan penilaian bagi peserta.

"Materi yang akan disampaikan pada 'Diseminasi Pemanfaatan Media Belajar Berbasis Animasi dan Info Grafis untuk Tenaga Pendidik Tingkat SMA Sederajat Tahun 2019', yaitu pengembangan media infografis dengan membuat bahan pembelajaran berbasis animasi dan simulasi serta membuat bahan ajar berbasis video animasi," sebutnya. (Adv)
KOMENTAR