Meningkatkan Mutu Pendidikan Aceh, Kadisdik Aceh Minta Semua Bersatu

author photoRedaksi
29 Okt 2019 - 14:21 WIB


BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Rachmat Fitri menyatakan semua pihak harus bersatu untuk meningkatkan mutu pendidikan Aceh. Hal ini disampaikannya menanggapi beberapa kalangan yang menyebut pendidikan Aceh wanprestasi. 

"Kalau kita selalu menggembar-gemborkan mutu pendidikan Aceh rendah tanpa memberikan solusi nyata, maka hal itu akan semakin memperburuk keadaan. Tapi kita, semua pihak, harus bersatu meningkatkan mutu pendidikan di Aceh," kata Kadisdik Aceh, Selasa (29/10/2019). 

Dia mengungkapkan, baru-baru ini ada yang menyebutkan pendidikan Aceh berada pada peringkat 27 dari 34 provinsi se-Indonesia, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya kualitas guru. Guru dinilai lemah dalam bidang akademik, sehingga anak didik kurang termotivasi untuk belajar. 

"Kita juga harus menyadari bahwa konflik berkepanjangan yang melanda Aceh sebelum adanya MoU Helsinki, telah merusak seluruh sendi kehidupan masyarakat Aceh, termasuk sektor pendidikan. Karena itu, pembangunan pendidikan Aceh dimulai lagi dari nol sejak era perdamaian," jelas Rachmat Fitri. 

Dia menambahkan, babak baru pendidikan Aceh dapat dikatakan setelah tahun 2005 pasca perjanjian damai. Dari situlah, perlahan-lahan kualitas pendidikan Aceh ditata dan dibangun kembali. Tentu butuh proses panjang untuk memperbaikinya. 

"Jadi kita semua harus menyadari hal itu dan kita semua mulai saat ini jangan lagi melihat ke belakang, tetapi harus melihat ke depan dan sama-sama berpikir dan berkontribusi untuk kemajuan pendidikan Aceh," tegasnya. 

Rachmat Fitri pun berujar, Dinas Pendidikan Aceh selama ini sudah melakukan beragam upaya untuk meningkatkan pendidikan Aceh, dengan mengacu pada Aceh Carong program Aceh Hebat pemerintahan Aceh. Namun hasilnya tidak dapat diperoleh secara instan.  

Disdik Aceh, kata dia, dalam rangka menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2017-2022 dengan rencana strategis, telah mengembangkan kurikulum, bahan ajar dan model yang orientasinya fokus pada pengembangan kurikulum di SMU berkarakter kearifan lokal. 

"Hal ini merupakan wujud dan pengaplikasian Dinas Pendidikan Aceh dalam menerjemahkan program Aceh Carong yang merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh," ujar Rachmat. 

Ia menyebut banyak program dan kegiatan yang telah dilakukan Dinas Pendidikan Aceh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Misalnya, dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidiknya, memberikan sertifikasi dan pelatihan peningkatan kapasitas kepada para guru.  

"Program dan kegiatan pelatihan bagi para guru adalah bentuk dukungan Pemerintah Aceh bagi peningkatan kapasitas tenaga pendidik," jelas Rachmat. Disdik Aceh juga tidak lupa terhadap pelayanan kepada peserta didiknya. 

Pihaknya melakukan penataan dan pembenahan fasilitas sarana pendukung bagi siswa siswi dan guru di sekolah-sekolah. "Sebab, tenaga pendidik dan peserta didik merupakan dua instrumen yang tak boleh diabaikan," ujarnya.  

Dia menerangkan, dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik, sepanjang tahun 2019, ada 30 orang guru di Aceh menjadi juara pada berbagai event kependidikan. 

Berdasarkan catatan Disdik Aceh, tidak kurang 30 orang guru di Aceh telah menjadi juara di berbagai event kependidikan ditingkat nasional.  "Misalnya, bulan Juni lalu kontingen Aceh berhasil meraih enam gelar juara pada even Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional yang digelar di Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Rachmat.  

Baru-baru ini Aceh juga meraih juara 1 nasional tenaga laboratorium SMK. Prestasi itu diraih Arizuanda, tenaga laboratorium SMK 1 Banda Aceh yang berhasil meraih juara I Tenaga Laboran Berprestasi pada ajang penilaian Tenaga Kependidikan Berprestasi Nasional Tahun 2019 oleh Kementerian Pendidikan RI. 

Ia berharap berbagai macam raihan dan torehan prestasi itu menjadi pendongkrak, serta menjadi pemicu bagi peningkatan kualitas pendidikan di Aceh, di samping terus mewujudkan program Aceh Carong. 

"Semua pihak harus terlibat dalam mewujudkan Aceh Carong, karena hasilnya nanti bukan hanya untuk kita, tapi peling penting untuk generasi yang kita tinggalkan kelak," pungkasnya. [Adv]
KOMENTAR