DPRK Bireuen Gelar Rapat AKD, Ini Alasan Fraksi Juang Bersama Nyatakan Oposisi

author photoM. Sulaiman
30 Okt 2019 - 00:52 WIB

BIREUEN- Rapat paripurna lll masa persidangan l tahun sidang 2019 Digelar Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, dalam Rangka Alat kelengkapan DPRK Bireuen, yang berlangsung di gedung Dewan Setempat selasa (29 Oktober 2019) sekira pukul 14.00 WIB. 


Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen menggelar Rapat Paripurna III Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019, dalam rangka Alat Kelengkapan DPRK Bireuen.


Sidang yang dipimpin Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S.Sos dan dihadiri Sekda Bireuen Ir. Zulkifli, Sp, dan Sekwan Said Abdurrahman S.Sos membacakan secara lengkap Alat Kelengkapan Dewan (AKD), yakni I) Badan Musyawarah, II) Badan Anggaran, III) Badan Legislasi, IV) Badan Kehormatan dan V) Komisi-Komisi, dihadapan Pimpinan dan anggota sidang juga nampak beberapa Kadis dan mayoritas dihadiri perwakilan Kadis atau Kepala SKPK Bireuen.


Dalam sidang paripurna AKD tersebut, terlihat barisan kursi anggota Fraksi Juang Bersama yang anggotanya berjumlah 8 (delapan) orang nampak kosong. Bahkan dalam pengumuman dalam sidang berlangsung, tidak seorang pun pimpinan AKD yang dijabat anggota Fraksi Juang Bersama tersebut, mulai dari Badan Musyawarah (Bamus), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi (Banleg), Badan Kehormatan, juga Komisi-komisi, yang terdiri dari Komisi I, II, III, IV, dan komisi V.


Terkait hal itu, Ketua Fraksi Juang Bersama ketika dikonfirmasi TheAtjehNet. Com, yang ditemui dibawah Gedung DPRK setempat, usai pengumuman AKD,  Selasa (29 Oktober 2019) sore, mengungkapkan, "tiga fraksi lainnya di dewan, yakni Fraksi Partai Aceh, Fraksi Golkar dan Fraksi PKS-PPP-PAN dalam pleno tersebut berkoalisi dengan pemerintah, sementara kami memilih oposisi, dan tidak satupun dari anggota fraksi Juang Bersama yang menjadi pimpinan AKD yang barusan diumumkan," sebut Ketua Fraksi Juang Bersama.


Lanjutnya, "Proses pembentukan AKD pada Senin kemarin (28/10) kita dapat undangan menyangkut proses AKD lainnya dan kita tetap menghadiri sekira pukul 14.00 WIB. Begitu disampaikan oleh pimpinan, saya selaku Ketua Fraksi Juang Bersama menginterupsikan, dan menyampaikan saat itu terkait komposisi pimpinan AKD sudah ditentukan di 3 Fraksi, Fraksi Partai Aceh, Fraksi Golkar dan Fraksi PKS-PPP-PAN. Menurut kami itu sah sah saja secara politik. Berarti mereka sudah duduk dengan koalisi pemerintah, itu maknanya kita tidak perlu mengikutsertakan dalam proses tersebut maka dengan hal itu kami Fraksi Juang Bersama menyatakan Oposisi," ungkap Zulfikar.(MS) 
KOMENTAR