Kunker Anggota Dewan Pidie Jaya Dikecam dan Rapor Merah

author photoKherry Leib
23 Agu 2019 - 10:10 WIB

PIDIE JAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya sejak tiga hari lalu melakukan pelesiran dengan dalih Kunjungan Kerja (Kunker)  ke luar daerah,  menjelang akhir masa jabatan pada 25 Agustus mendatang.

Kunjungan kerja (Kunker)
selama sepekan  menguras Rp 300 Juta lebih uang Rakyat hanya untuk 20 anggota Dewan  seharusnya uang sebanyak itu bisa dimanfaatkan pada kepentingan Rakyat banyak yang mengantarkan mereka ke kursi Dewan.

Sikap anggota Dewan yang terhormat berkedok Kunjungan kerja dengan menghabiskan uang Rakyat sangat kita sayangkan dan memberi contoh yang tidak baik bagi anggota yang akan dilantik beberapa hari lagi.

Zikrillah, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PuTra Pidie Jaya pada Theatjeh.NET Jum'at (22/08/2019) mengatakan sikap Dewan sangat tidak terpuji dan Rapor Merah bagi Kinerja DPRK Pidie Jaya terkait kunker yang menguras uang Rakyat  Ratusan juta secara berjamaah.
 
Pelesiran dengan dalih kunjungan kerja  tidak memberikan dampak sama sekali untuk diimplementasikan kepada masyarakat menyusul berakhirnya masa tugas pada 25 Agustus mendatang yang hanya tersisa empat hari ke depan, ungkap Zikrillah.

Tgk.Ikhwani, salah satu tokoh Agama di Pidie Jaya melalui handpone pada Media ini mengatakan bila kunker itu benar - benar bertujuan untuk kepentingan dan kemajuan Pidie Jaya kedepan itu sah sah saja tapi bila Pelesiran berkedok Kunker hal tersebut sangat - sangat kita sayangkan uang sebanyak itu habis sia - sia.

Terkait Kencaman dan komentar masyarakat dalam hal  tersebut anggota DPRK Komisi B, yang ikut melakukan kunker mengatakan Kunjungan kerja ke Kabupaten Jawa Barat  Ciamis dan Bogor merupakan hal yang dibolehkan dalam peraturan karena selama 4 tahun anggota dewan sibuk dalam hal  Rapat tahunan, kata H. Hery Ahmadi.

Menurut H. Hery Ahmadi dalam kunjungan tersebut dirinya bersama anggota lain melakukan kunjungan ke daerah pertanian yang ada di Ciamis dan juga ke Lahan Tambak warga di Kabupaten  Tersebut yang nantinya pengalaman dan cara yang dilakukan para petani di Ciamais akan di terapkan ke Pidie Jaya. (KH)
KOMENTAR