Cegah Berita Hoax, Bawaslu Pijay: Peran Media Sangat Penting

author photoKherry Leib
11 Apr 2019 - 21:44 WIB

PIDIE JAYA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)  menggelar Rapat Koordinasi  serta temu ramah  dengan sejumlah  awak media dalam rangka  menyambut pesta demokrasi yang adil damai dan berintegritas di salah satu Kaffe yang ada di Pidie Jaya, Kamis 11 April 2019.

Rapat koordinasi  dihadiri Ketua Panwalih Fajri M Kasem, komisioner Bawaslu bidang pengawasan dan pencegahan, Agmal Media, SHI, MH serta beberapa Komisioner lainnya.

Ketua Panwaslih Kabupaten Pidie Jaya Fajri M Kasem dalam sambutannya dihadapan media mengatakan dalam mewujudkan pemilu yang damai adil dan berintegritas peran media sangat dibutuhkan baik media elektronik, media cetak apalagi media online yang saat ini begitu berpengaruh dalam hal kecepatan  penyampian serta penyebarannya.

"Media adalah mitra kerjanya Bawaslu oleh karena itu untuk mencegah berita bohong (hoax) peran media sangat dibutuhkan dalam hal penyampaian informasi kepada masyarakat banyak," ujar Fajri.

"Diharapkan pada media dalam penyampaian berita nantinya benar-benar sesuai fakta yang ada jangan mengada-ngada apalagi menggoreng sehingga menjadi berita bohong atau berita hoax karena informasi dari media sangat dipercaya oleh masyarakat pada umumnya," kata ketua Bawaslu Pijay.

Untuk menuju Pemilu yang berintegritas, bersih diperlukan adanya pro aktif media dan masyarakat dalam pengawasan, pengontrolan terkait kondisi di lapangan karena Panwalih dan Bawaslu tidak mungkin mengontrol 222 desa di 8 kecamatan yang tersebar di wilayah Pidie Jaya karena kurang anggota dan sarana maka peran serta kita semua sangat diharapkan, ungkapnya.

Dikesempatan yang sama komesioner Bawaslu Pidie Jaya  bidang pengawasan dan pencegahan Agmal Media, SHI, MH mengaku adanya permainan money Politik atau politik uang yang dijalankan baik oleh legislatif, eksekutif, bahkan pilpres melalui timsesnya sangat sulit untuk diberantas.

"Politik uang itu ada tapi sulit  kita bisa membutikan tidak ubahnya seperti kita merasakan adanya angin tetapi kita tidak bisa meraba dan melihat angin tersebut," kata Agmal.

Kepada media, kami harapkan untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait cara berdemokrasi yang bersih untuk menuju pemilu yang berintegritas. tutupnya. (kh)
KOMENTAR