Masyarakat Pedalaman Rimba Aih Ilang Gelar Seminar Sehari

author photoRedaksi
3 Mar 2019 - 21:06 WIB

BLANGKEJEREN - Masyarakat pedalaman rimba Aih Ilang menggelar acara seminar sehari dengan tema "Meningkatkan Semangat Produktivitas Petani Kopi Pantan Cuaca Dalam Menghadapi Persaingan Ekonomi,". 

Acara yang digagas masyarakat petani kopi ini dihadiri, Bupati Gayo Lues,  Kepala Bapeda, Kadis Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Bencana Alam, Kepala Dinas Naketrans, Camat Pantan Cuaca dan peserta seluruh Masyarakat Petani calon desa Aih Ilang Kecamatan Pantan Cuaca, Minggu (03/03/2019).

Bupati Gayo Lues, H.Muhammad Amru sekaligus sebagai narasumber sangat mengapresiasi seminar tersebut yang datang dari masyarakat petani kopi sendiri dengan biaya swadaya masyarakat, dan untuk menunjang kesuksesan acara Bupati ikut menyumbangkan satu ekor sapi.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, dalam kesempatan ini saya meminta kepada masyarakat petani kopi Aih Ilang untuk  tetap menjaga lingkungan, dan jangan menebang di hulu sungai, dan saya persilahkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang sudah ditebang untuk tanamani kopi," ujarnya.

Bupati menegaskan, jika ada lahan yang sudah ditebang namun diterlantarkan satu tahun oleh pemiliknya, petani Aih Ilang bisa mengambil alih lahan tersebut untuk manfaatkan ditanami kopi. 

Selain itu Bupati juga berharap agar para petani  lebih produktif dan tidak menjadi petani konsumtif.

"Usahakan menanam sendiri kebutuhan sehari-hari, seperti sayur-sayuran, jangan sampai petani membeli sayur-sayuran, kecuali barang-barang yang harus dibeli, seperti minyak, ikan asin dan lain-lain yang tidak memungkinkan ditanam," terangnya.

Dalam seminar tersebut, masyarakat memohon beberapa hal kepada Bupati Gayo Lues, pertama segera memekarkan Aih Ilang menjadi desa kopi Aih Ilang mengingat jarak tempuh dari desa induk mencapai 12 Kilometer, dan tujuan dimekarkan agar terselenggaranya pemerintahan desa yang efektif.

Kedua, masyarakat meminta SD 6 Aih Ilang yang merupakan vilial dari SD Aih Selah dapat ditingkatkan statusnya menjadi SD Negeri, ketiga mesjid Aih Ilang pembangunannya dapat dilanjutkan dan pendanaannya dapat dibantu oleh pemerintah, dan keempat masyarakat meminta agar pemerintah kabupaten Gayo Lues membangun dua buah jembatan gantung menuju kebun kopi masyarakat. (kamsah galus)
KOMENTAR