Ambulance Puskesmas Pante Raja Nyaris Dibakar Warga

author photoKherry Leib
20 Mar 2019 - 06:17 WIB

PIDIE JAYA - Ambulance Puskesmas Pante Raja nyaris dibakar warga karena tidak bisa digunakan pada saat warga setempat membutuhkan seperti yang terjadi pada Selasa (19/03) sekitar pukul 8.00 WIB

Mantan Keuchik Keude Pante Raja, Muhammad Yunus yang biasa disapa Keuchik Noh pada Theatjeh.Net mengatakan sangat kecewa dan kesal terhadap sistem pelayanan di puskesmas tersebut.

"Saya sangat kesal dan kecewa terhadap pelayanan di Puskesmas itu seperti yang terjadi tadi pukul 8.00 WIB, korban tabrakan laga kambing sesama kereta yang korbannya kritis dan hampir satu jam menunggu mencari supir ambulance tidak kunjung datang," ujarnya.

Tambah Keuchik Noh, ini bukan baru kali ini saja terjadi malahan sudah berpuluh - puluh kali terjadi hal serupa.

Menurut mantan Keuchik, kemarahan warga semakin memuncak pada saat diketahui bahwa ambulance yang tersedia di puskesmas tidak memiliki supir dan hampir saja anarkis terjadi seandainya tidak dilerai oleh anggota DPRK yang tiba - tiba hadir dilokasi itu.

Azwar aswah anggota DPRK yang hadir di lokasi laka lantas pada media membenarkan hal tersebut. "Hampir saja ambulance dibakar oleh warga yang tersulut emosi karena melihat korban tergeletak dijalan hampir satu jam tidak ada ambulance untuk mengevakuasi ke RSUD simpang Tiga."

"Kebetulan saya datang dan memberi arahan serta saya juga yang menyupiri ambulance tersebut untuk mengantarkan korban ke Rumah Sakit Umum di Simpang Tiga Meureudu," ungkap Azwar.

Anggota Dewan tersebut juga menyesalkan terhadap pelayanan di Puskesmas Pante Raja pada saat warga masyarakat membutuhkan selalu tidak siap ada supir tidak ada armada kadang armadanya ada supirnya yang tidak ada seperti itulah yang lebih membuat kita kesal dan kecewa, kata Aswan.

"Di puskesmas tersebut lampu sering dimatikan bila malam hari tak ubahnya seperti rumah hantu," tutupnya. (kh)
KOMENTAR