KIP Bireuen Kerjasama Dengan LSM GaSAK, Sosialisasi Pemilu 2019 Kepada Disabilitas

author photoM. Sulaiman
20 Mar 2019 - 20:48 WIB

BIREUEN- Komisis Independen Pemilihan (KIP) Bireuen bekerjasama dengan LSM Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) Bireuen melakukan sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2019 kepada disabilitas di gampong Tanjong Beuridi, kecamatan Peusangan Selatan, kabupaten Bireuen (Rabu/ 20 Maret 2019).

Murni M. Nasir selaku koordinator GaSAK menyampaikan dalam sambutannya, pemerintah memang memberi ruang untuk disabilitas berpertisipasi dalam Pemilu. Namun realita nya ada hak- hak mereka yang selama ini belum dilakukan secara maksimal.

Hak mereka dalam Pemilu adalah sebagai berikut, yaitu disabilitas berhak atas pendataan khusus. Selain mencatat identitas, pendataan ini juga perlu menyoroti kebutuhan khusus mereka agar penyelenggara Pemilu bisa menyiapkan pelayanan dan fasilitas yang sesuai.

Hak lainnya mendapatkan sosialisasi tentang kepemiluaan, memperoleh TPS yang sesuai dengan kebutuhan. Disabilitas juga berhak mendapatkan surat suara khusus, dan mendapat pendampingan

Penyelenggara Pemilu juga perlu menyediakan pendamping untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya tunadaksa. Dalam hal ini pendamping perlu mengisi formulir pernyataan C3 yang wajib disediakan setiap TPS,"Terang Murni M Nasir.

Selanjutnya Saiful Hadi dari Jaringan Demokrasi (JARI) Kabupaten Bireuen, yang ikut menjadi narasumber menyampaikan tentang tata cara pencoblosan, mengrenalkan kertas suara, sah dan tidak sah kertas suara dan perihal lainnya terkait Pemilihan Tahun 2019.

Saiful ikut menyampaikan bahwa keikutsertaan disabilitas dalam pemilu diatur oleh UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Selain menegaskan hak politik disabilitas, UU tersebut juga menjelaskan bahwa mereka berhak mendapat ketersediaan akses untuk menyalurkan pilihannya,"sebut Saiful Hadi.

Aisyah Hasan (65 tahun) disabilitas tuna daksa merasa sangat berterima kasih kepada pihak KIP Bireuen dan juga LSM GaSAK. Walau pun sudah beberapa kali mengikuti Pemilu, tapi baru kali ini mendapatkan sosialisasi secara detail. Mereka juga sepakat tidak akan golput pada hari pemilihan yaitu hari Rabu, 17 April 2019. Karena di beban kita kini memikul beban bangsa, dan tanggung jawab memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan.

Peserta berharap sosialisasi Pemilu kepada disabilitas ini, ikut diterapkan oleh penyelenggara Pemilu. Seperti menyiapkan kertas suara khusus kepada mereka, kepada disabilitas jenis tuna netra, yaitu kertas suara braille.

Sosialisasi dihadiri oleh sekitar 80 peserta dan turut didampingi oleh PPS dan dibantu panitia lokal di gampong setempat. Jenis disabilitas yang hadir yaitu tuna netra, tuna grahita dan tuna ganda. Kebanyakan dari mereka yaitu tuna daksa.(MS)
KOMENTAR