Musrenbang Kecamatan Gayo Lues Tahun 2019 Ditutup

author photoRedaksi
21 Feb 2019 - 22:11 WIB

BLANGKEJEREN - Penutupan Musrenbang Kecamatan, dengan tema " Meningkatkan Kualitas SDM dan Nilai Tambah Komoditi Sektor Unggulan Melalui UMKM  menuju Gayo Lues yang Islami Mandiri dan Sejahtera ", Di Aula Bandar udara patiambang kamis 21 /02/2019

Turut hadir,Sekda Gayo Lues, H.  Thalib,  S. Sos MAP,Wakil Ketua I DPRK Gayo Lues, H. Rajudin,Wakil Ketua II DPRK Gayo Lues, Hj.  Eliwati Siregar,Anggota DPRK Gayo Lues, Samsul Alam,  Ramli Syarief,Para  SKPK Pemda  Kab. Gayo Lues,Para Camat Se-Kab.  Galus, Para Muspika Kec.  Blangkejeren, Pengulu se-Kec. Blangkejeren,Toga, Tomas, Todat, Toda Se-Kec. Blangkejeren serta masyarakat

 Camat Blangkejeren, Said Idris Wintareza, SI, MM, dalam sambutanya,
Tujuan saya mengusulkan pelaksanaan Penutupan Musrenbang Tahun 2019 disini supaya dapat menpromosikan Bandara yang bertaraf nasional di kabupaten gayo lues ini. 
Kami berharap nantinya usulan yang kami sampaikan dapat diterima oleh Pemerintahan Kabupaten , yang mana usulan kami mencakup infrastruktur maupun di bidang bidang lainnya. 

Kepala BAPPEDA kabupaten Gayolues, drh, Ibnu Hafid, yang juga sebagai ketua panitia dalam penyelenggaran museranbang Kegiatan ini telah terlaksana sesuai dengan rencana yang kami laksanakan yaitu selama 7 hari di 11 Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. 

Dan Telah kami Terima rekapan usulan sebanyak 909 usulan dan akan kami coba klasifikasikan progam tersebut menjadi 146 progam. Yang akan ditujukan kepada SKPK masing masing. 
Kegiatan ini akan kami bawah ke musrenbang kabupaten yang di sampaikan oleh bapak sekda untuk diproses selanjutnya. 

 Kami minta bapak sekda sebagai pimpinan tertinggi di ASN untuk membantu dalam membahas progam yang nantinya akan kita klasifikasikan progam tersebut. 

 Sekda Kab. Gayo Lues H. Thalib,  S.sos. MAP. Juga menyampaikan, Acara musrembang ini merupakan bagian penting tata tertib administrasi rencana pembangunan tingkat kecamatan yang diusulkan tahun ini untuk dikerjakan tahun depan. 
Dijelaskan Musrembang ini berbeda dengan musrembang tahun sebelumnya karena musrembang tahun ini pembangunan di pedesaan sangat bervariasi isi dari usulan program dan kegiatan terutama sekali pengembangan ekonomi pedesaan dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu karena itu laju pertumbuhan ekonomi masyarakat diharapkan semakin meningkat. 

Hasil hutan bukan kayu ini berpedoman pada aktivitas ekonomi masyarakat yang  memanfaatkan potensi hasil hutan berbagai aneka selain kayu seperti lebah madu hutan, getah gambir kemenyan, kulit Koil dan rotan. 
 Inilah peluang baik untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui musyawarah warga masyarakat tiap Desa dalam tiap kecamatan sebab itu kawasan hutan lindung lauser sudah bisa dikelola dengan cara pendampingan kesatuan pengelolaan hutan wilayah 3 dan 5 Aceh. 
  
tujuan musrembang ini adalah,
memberikan Wahana untuk mensinergikan dan menyepakati berita susulan usulan yang berasal dari masyarakat tingkat Kelurahan kampung yang menjadi skala pelayanan atau kewenangan Kecamatan dan lintas Kecamatan yang merumuskan dan menyepakati kegiatan-kegiatan yang akan dimusyawarahkan dalam forum-forum dan musrembang dan musrembang Kecamatan. menetapkan delegasi Kecamatan untuk mengawal usulan-usulan permasalahan Kecamatan yang merupakan kegiatan infrastruktur Kecamatan. 

dari ketiga tujuan ini hendaknya harus menjadi pedoman penting dalam landasan pembangunan di desa dan Kecamatan. 

 berterima kasih atas berjalannya pelaksanaan kegiatan musrembang tingkat kecamatan se kabupaten Gayo Lues yang telah berjalan lancar sehingga usulan program dan kegiatan dari semua kampung yang dihimpun oleh kecamatan telah dapat disepakati yang mana menjadi prioritas di masing-masing masing-masing kecamatan. 

Hasil musrembang RKPK ini selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan mekanisme penyusunan anggaran melalui pembahasan teknis pendalaman dan penajaman antar satuan satuan kerja terkait serta koordinasi intensif dengan mensinkronkan antara aspirasi masyarakat kebijakan pemerintah dan ketersediaan anggaran daerah sehingga menghasilkan program-program kegiatan prioritas sesuai kebutuhan masyarakat. 

Dari semua usulan program dan kegiatan dari Kecamatan sekabupaten Gayo Lues sebagian besar menyangkut tentang pembangunan infrastruktur Hal ini dapat kita pahami mengingat kabupaten Gayo Lues masih berumur 16 tahun dan banyak hal yang perlu dibenahi baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia Oleh karena itu saya meminta kepada Bappeda dan tim anggaran Pemerintah kabupaten Gayo Lues untuk proaktif melakukan koordinasi dalam penyempurnaan dan penajaman terutama target indikator kinerja program kegiatan yang diusulkan harus sesuai dengan indikator yang tertuang dalam Renstra SKPD dan RPJM Gayo Lues tahun 2017 sampai dengan 2022.

Saya berharap musrenbang ini jangan dinilai dari besar atau kecilnya anggaran bukan sebagai penentu suksesnya sebuah program kegiatan akan tetapi yang lebih penting adalah seberapa besar dampak dan nilai manfaat terhadap hasil pembangunan dari program kegiatan tersebut bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dan kontribusi yang diberikan oleh seluruh peserta musrenbang selama mengikuti rangkaian acara dengan seksama dan konsisten terutama dalam memberikan masukan yang konstruktif untuk mewujudkan pencapaian prioritas rkpk tahun 2020. (kamsah galus)

KOMENTAR