Azhar Abdurrahman : Pernyataan Ghazali Abas dan Mawardi Ismail Lukai Rakyat Aceh

author photoRedaksi
15 Nov 2018 - 15:12 WIB

BANDA ACEH --- Terkait kisruh Lembaga Wali Nanggroe baru baru ini membuat gerah mantan Bupati Aceh Jaya, Ir. H. Azhar Abdurrahman angkat bicara terkait dua tokoh Aceh salah satunya Ghazali Abas Adan dan pakar hukum Mawardi Ismail, pernyataan dua tokoh tersebut secara tidak langsung telah melukai hati rakyat Aceh karena menyatakan tidak perlu adanya Lembaga Wali Nanggroe di Aceh, Kamis (15/11).

Lembaga Wali Nanggroe merupakan representatif bangsa Aceh pasca genjatan senjata antara GAM dan RI yang berbuah damai dan kini telah dinikmati oleh seluruh rakyat Aceh,"paparnya.

Lanjutnya lagi banyak hasil perjanjian damai MoU di Helsinki 15 Agustus 2005 yang silam yang dijabarkan dalam UUPA baik itu pembagian hasil minyak bumi dan gas serta kandungan mineral dan lainnya,"jelasnya.

Referensi damai Aceh ini telah menjadi model baru bagi pemerintahan Indonesia dan dunia internosional, kami sebagai pejuang sudah siap kembali ke barak, jika Lembaga Wali Nanggroe di otak atik oleh kepentingan tertentu," Ucap Azhar dengan nada tegas.

Azhar juga menilai saat ini para elit politik Aceh hanya memberikan komentar yang tidak lagi menempatkan etika dan sopan santun dalam menghargai baik kepada sesama bangsa Aceh.

Andaikan paduka yang mulia Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud Al Haytar tidak tepat dengan kondisi kesehatan dan waktu masa tugas, itu lazim dapat dibicarakan secara demokratis dan peraturan yang berlaku,"jelasnya lagi.

Tambahnya lagi siapa pun dapat di ganti jika waktunya tiba, baik pertimbangan kesehatan atau pun tutup usia asal sanggup mengemban amanah dari isi MoU silakan.

Jika hal ini terus dibiarkan berlarut maka akan terjadi gejolak horizontal yang dimaikan oleh pihak lain yang dapat menganggu perdamaian masyarakat Aceh, dan ini akan menjadi bom waktu yang sewaktu waktu dapat meledak, tutupnya. (R)
KOMENTAR