Revitalisasi Terminal Aceh Tamiang Dikebut, Layanan Transportasi Tetap Berjalan di Tengah Proyek
Terminal yang rusak akibat banjir akhir 2025 ditargetkan rampung akhir 2026, sementara pelayanan kepada penumpang tetap berlangsung.
![]() |
| Gambar Terminal Tipe B Aceh Tamiang |
BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mempercepat revitalisasi Terminal Tipe B Aceh Tamiang yang rusak akibat banjir bandang pada akhir 2025. Meski proses pembangunan masih berlangsung, pelayanan transportasi tetap dibuka agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan pembangunan kembali terminal ditargetkan selesai pada akhir 2026. Terminal tersebut merupakan salah satu simpul transportasi darat dengan aktivitas tertinggi di Aceh sekaligus memiliki fungsi penting saat terjadi bencana.
"Terminal ini bukan hanya melayani transportasi, tetapi juga pernah menjadi posko terpadu dan titik kumpul masyarakat saat bencana hidrometeorologi. Karena itu pembangunannya menjadi prioritas," kata Teuku Faisal, Minggu, 26 Juli 2026.
Selama pekerjaan konstruksi berlangsung, Dinas Perhubungan memindahkan sementara loket pelayanan ke bagian depan terminal. Langkah itu dilakukan agar operasional angkutan umum tetap berjalan.
"Loket-loket pelayanan kami pindahkan sementara ke bagian depan terminal. Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal," ujarnya.
Terminal Tipe B Aceh Tamiang mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Arus deras menjebol tembok pembatas sehingga air dan lumpur merendam hampir seluruh kawasan terminal.
Bencana tersebut merusak kantor pengelola, loket pelayanan, serta sejumlah fasilitas pendukung. Pasokan listrik dan air bersih juga sempat terputus sehingga aktivitas pelayanan terganggu.
Saat ini, Pemerintah Aceh menargetkan terminal yang direvitalisasi memiliki fasilitas yang lebih representatif, aman, dan nyaman, sekaligus mampu menunjang pelayanan transportasi darat di Kabupaten Aceh Tamiang dan wilayah sekitarnya.
Proyek tersebut juga mendapat pengawasan dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Melalui satuan tugas, DPRA bersama Dinas Perhubungan Aceh telah meninjau lokasi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pembangunan.
Ketua Satgas DPRA, Muhammad Rizky, mengatakan pihaknya akan terus mengawal proyek agar selesai sesuai jadwal.
"Kami akan terus berkoordinasi dan mengawasi secara intensif bersama Dinas Perhubungan Aceh agar pembangunan Terminal Aceh Tamiang selesai sesuai target sehingga masyarakat segera dapat memanfaatkan fasilitas yang lebih baik," katanya.
Pemerintah Aceh berharap revitalisasi terminal tidak hanya memulihkan fungsi sebagai pusat transportasi darat, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, mengingat peran terminal tersebut pernah menjadi salah satu fasilitas penting dalam penanganan keadaan darurat.
Baca Juga:
