Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Sapi di Aceh Barat Daya Sulit Terserap Pasar, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan

Populasi sapi terus bertambah di Kuala Batee dan Babahrot, tetapi peternak mengaku kesulitan menjual hasil ternak akibat minimnya akses pasar.

BLANGPIDIE —  Populasi sapi di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Puluhan kelompok ternak di dua kecamatan tersebut kini mengelola ribuan ekor sapi dengan memanfaatkan kebun kelapa sawit sebagai area penggembalaan.

Sistem integrasi peternakan dan perkebunan sawit dinilai mampu menekan biaya pemeliharaan sekaligus menyediakan pakan alami bagi ternak. Pola tersebut mendorong peningkatan populasi sapi dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di pedesaan.

Namun, di balik pertumbuhan populasi ternak, peternak mengaku masih menghadapi persoalan utama, yakni terbatasnya akses pemasaran.

Salah seorang peternak, Abdullah, 60 tahun, mengatakan jumlah sapi dan kelompok ternak terus bertambah, tetapi belum diimbangi dengan pasar yang mampu menyerap produksi secara optimal.

"Jumlah sapi terus bertambah, kelompok ternak juga semakin banyak. Tetapi peternak masih kesulitan mendapatkan pasar yang mampu menyerap hasil ternak secara maksimal," kata Abdullah, dikutip dari abdya.times, Sabtu (27/6/2026).

Menurut dia, ribuan sapi yang dipelihara masyarakat seharusnya dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan daging sapi di Aceh. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum adanya kepastian pasar.

Para peternak berharap pemerintah memperkuat penyerapan sapi lokal, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging maupun berbagai program pengadaan ternak yang memerlukan pasokan dalam jumlah besar.

Abdullah menilai kepastian pasar akan mendorong peternak meningkatkan populasi ternak. Dampaknya tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga menggerakkan ekonomi pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Kami tidak meminta banyak. Yang kami harapkan adalah adanya kepastian pasar. Kalau pasar terbuka dan kebutuhan daging bisa dipasok dari peternak lokal, tentu peternak akan semakin berkembang dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh," ujarnya.

Dengan puluhan kelompok ternak dan populasi sapi yang telah mencapai ribuan ekor, Kuala Batee dan Babahrot dinilai memiliki potensi menjadi salah satu sentra peternakan rakyat di Aceh Barat Daya. Para peternak berharap potensi tersebut diikuti kebijakan yang memperluas akses pasar sehingga memberi nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Ribuan Sapi di Aceh Barat Daya Sulit Terserap Pasar, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan
  • Ribuan Sapi di Aceh Barat Daya Sulit Terserap Pasar, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan
  • Ribuan Sapi di Aceh Barat Daya Sulit Terserap Pasar, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan
  • Ribuan Sapi di Aceh Barat Daya Sulit Terserap Pasar, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan
  • Ribuan Sapi di Aceh Barat Daya Sulit Terserap Pasar, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan
  • Ribuan Sapi di Aceh Barat Daya Sulit Terserap Pasar, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan