SWIPE UP TO READ

Dari Pulau ke Pulau, Layanan Perbankan Menjangkau Warga Kepulauan Seribu

Kapal layanan perbankan rutin singgah di pulau-pulau berpenghuni, memudahkan warga bertransaksi, mengakses pembiayaan, dan mengembangkan usaha
Kapal di kepulauan Seribu (Beritasatu.com/Erfan Maruf)

JAKARTA - Matahari tepat berada di atas langit Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, ketika Kapal Bahtera Seva I perlahan merapat di dermaga. Ombak kecil menyapu tiang-tiang pelabuhan. Satu per satu warga mulai berdatangan. Ada yang membawa buku tabungan, ada yang hendak menyetor angsuran pinjaman, dan tak sedikit yang ingin mengurus pembukaan rekening maupun mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bagi masyarakat di gugusan pulau utara Jakarta itu, kedatangan kapal layanan milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bukan sekadar agenda mingguan. Bahtera Seva I menjadi kantor bank yang datang menghampiri mereka, menghapus kebutuhan menempuh perjalanan laut berjam-jam menuju daratan hanya untuk melakukan transaksi perbankan.

Pulau Panggang yang hanya seluas sekitar sembilan hektare tampak hidup sejak pagi. Perahu-perahu nelayan bersandar di dermaga, sementara warung makan, toko kelontong, hingga pelaku usaha kecil melayani aktivitas warga yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pariwisata.

Di antara antrean nasabah siang itu, tampak Mustarini, 49 tahun. Perempuan yang akrab disapa Rini tersebut datang untuk menyetor angsuran KUR yang digunakan sebagai modal usahanya.

Rini bukan nasabah baru. Hubungannya dengan BRI telah terjalin bertahun-tahun. Melalui pembiayaan yang diperoleh, ia mengembangkan berbagai usaha yang kini menjadi sumber penghasilan keluarganya.

Di Pulau Panggang, Rini mengelola warung makan yang menyajikan soto ayam, sop iga, hingga aneka minuman. Di luar itu, ia juga menjalankan usaha katering dan budi daya ikan kerapu menggunakan keramba.

"Saya dagang soto ayam, sop iga, minuman. Punya keramba juga," katanya.

Perjalanan usahanya berkembang secara bertahap. Usaha kateringnya pernah melayani berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat di Kepulauan Seribu. Sementara usaha budi daya ikan dijalankan bersama anaknya sebagai sumber pendapatan tambahan.

Untuk memperkuat modal usaha, Rini memanfaatkan fasilitas KUR BRI. Dua tahun lalu ia memperoleh pembiayaan sebesar Rp30 juta. Sebelumnya, ia juga pernah memperoleh pinjaman komersial hingga Rp100 juta untuk memperluas usahanya.

"Yang KUR Rp30 juta. Kalau pinjaman komersial pernah sampai Rp100 juta," ujarnya.

Bagi Rini, akses pembiayaan tidak hanya membantu mengembangkan usaha, tetapi juga menjaga kelangsungan operasional sehari-hari, mulai dari pembelian bahan baku hingga kebutuhan usaha katering.

"Sangat membantu usaha saya," katanya.

Namun, menurut Rini, akses modal harus dibarengi dengan kedisiplinan membayar angsuran. Ia bahkan kerap mengingatkan pelaku usaha lain agar menyiapkan dana cicilan jauh sebelum jatuh tempo.

"Kalau memang punya niat membayar, pasti bisa. Sedikit demi sedikit ditabung supaya saat jatuh tempo sudah siap," ujarnya.

Tak jarang, warga sekitar juga meminta saran kepadanya sebelum mengajukan pembiayaan ke BRI. Rini mengaku beberapa pelaku usaha memperoleh akses KUR melalui rekomendasinya.

Meski demikian, menjalankan usaha di wilayah kepulauan tidak lepas dari risiko. Tantangan terbesar justru datang dari usaha budi daya ikan kerapu yang sangat bergantung pada kualitas air laut.

Ketika kondisi air memburuk, bibit ikan dapat mati dalam jumlah besar. Pengalaman itu pernah dialaminya beberapa kali.

"Saya pernah beli 200 bibit, semuanya mati. Pernah juga beli 100 ekor, habis juga," katanya.

Padahal harga bibit ikan kerapu berkisar Rp12.000 hingga Rp15.000 per ekor. Sementara masa pemeliharaan membutuhkan waktu sekitar satu tahun sebelum dapat dipanen. Selama itu pula biaya pakan terus berjalan.

Meski menghadapi risiko, Rini tetap mempertahankan usahanya. Baginya, keberadaan Bahtera Seva I menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi masyarakat pulau karena layanan perbankan kini hadir lebih dekat.

Apa yang dirasakan Rini juga dirasakan banyak warga Kepulauan Seribu lainnya. Setiap pekan Bahtera Seva I berlayar mengunjungi sejumlah pulau, di antaranya Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Tidung, hingga Pulau Untung Jawa.

Mantri sekaligus Kepala Teras Bahtera Seva I, Algi Meza, mengatakan hampir seluruh layanan yang tersedia di kantor cabang dapat diakses masyarakat melalui kapal tersebut.

"Kami membawa layanan bank langsung ke masyarakat. Layanannya hampir sama seperti di kantor cabang, hanya saja berada di atas kapal," katanya.

Dalam sehari, Bahtera Seva I melayani lebih dari 20 nasabah. Layanannya meliputi pembukaan rekening, setor dan tarik tunai, pergantian kartu ATM, penyaluran bantuan sosial, hingga pengajuan KUR.

Mayoritas nasabah merupakan nelayan dan pelaku usaha mikro, seperti pemilik warung sembako, pedagang kecil, hingga pelaku usaha yang mendukung sektor pariwisata.

Menurut Algi, kondisi cuaca menjadi faktor yang sangat memengaruhi kemampuan ekonomi masyarakat kepulauan.

"Kalau cuaca bagus, nelayan bisa melaut dan penghasilannya baik. Sebaliknya, ketika cuaca buruk, aktivitas ekonomi ikut melambat," ujarnya.

Selain menghadirkan layanan perbankan, Bahtera Seva I juga menjaga perputaran uang tunai di wilayah kepulauan. Setiap pekan kapal membawa kas hingga Rp2 miliar untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat serta jaringan Agen BRILink yang tersebar di berbagai pulau.

BRI juga terus memperluas penggunaan transaksi digital melalui QRIS. Namun, literasi keuangan digital masyarakat masih menjadi tantangan sehingga edukasi terus dilakukan bersamaan dengan layanan perbankan.

Di tengah perkembangan layanan digital, Bahtera Seva I menunjukkan bahwa kehadiran fisik masih dibutuhkan, terutama di wilayah yang dipisahkan oleh laut. Bagi warga Kepulauan Seribu, kapal itu bukan sekadar kantor bank terapung, melainkan penghubung antara akses keuangan dan aktivitas ekonomi yang menopang kehidupan sehari-hari.

Menjelang sore, antrean di atas kapal mulai berkurang. Warga kembali ke rumah, sebagian melanjutkan aktivitas berdagang, sementara nelayan bersiap kembali melaut. Bahtera Seva I pun kembali berlayar menuju pulau berikutnya, membawa layanan perbankan ke masyarakat yang selama ini berada jauh dari kantor cabang.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dari Pulau ke Pulau, Layanan Perbankan Menjangkau Warga Kepulauan Seribu
  • Dari Pulau ke Pulau, Layanan Perbankan Menjangkau Warga Kepulauan Seribu
  • Dari Pulau ke Pulau, Layanan Perbankan Menjangkau Warga Kepulauan Seribu
  • Dari Pulau ke Pulau, Layanan Perbankan Menjangkau Warga Kepulauan Seribu
  • Dari Pulau ke Pulau, Layanan Perbankan Menjangkau Warga Kepulauan Seribu
  • Dari Pulau ke Pulau, Layanan Perbankan Menjangkau Warga Kepulauan Seribu