ASDP Tunggu Hasil Investigasi Insiden KMP Aceh Hebat 2, Korban Tetap Didampingi
ASDP menyatakan masih menunggu hasil investigasi penyebab insiden KMP Aceh Hebat 2 yang menewaskan dua taruna dan melukai 13 lainnya.
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
BANDA ACEH - PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi terkait insiden di KMP Aceh Hebat 2 yang mengakibatkan dua taruna meninggal dunia dan 13 orang lainnya mengalami luka bakar. Di saat yang sama, perusahaan memastikan pendampingan terhadap korban dan keluarga tetap dilakukan.
General Manager ASDP Banda Aceh Andri Setiawan mengatakan penyelidikan penyebab insiden masih berlangsung dan dilakukan oleh tim yang berwenang.
"Proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang. Kami menghormati proses tersebut dan menunggu hasil resmi yang nantinya akan menjadi dasar dalam mengambil langkah-langkah selanjutnya," kata Andri, Ahad, 28 Juni 2026.
Menurut Andri, ASDP mendukung penuh proses investigasi dan akan menjadikan hasil penyelidikan sebagai dasar evaluasi internal untuk memperkuat aspek keselamatan operasional.
Selain itu, kata dia, perhatian perusahaan saat ini difokuskan pada pendampingan terhadap korban dan keluarga serta memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan dengan aman.
"Pihak terdampak menjadi perhatian utama kami. Kami juga terus berupaya memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, sembari menjaga layanan penyeberangan agar tetap aman, nyaman, dan optimal bagi masyarakat," ujarnya.
ASDP juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden hingga hasil investigasi resmi diumumkan.
Insiden terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026, ketika 14 taruna Politeknik Pelayaran bersama seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) sedang menjalani praktik kerja di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang tengah bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Peristiwa tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar dan menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Hingga kini, dua taruna dilaporkan meninggal dunia, yakni Fahri Herdi Eko asal Medan, Sumatera Utara, dan Muhammad Bilal Ramzi asal Sabang. Sementara korban lainnya masih menjalani perawatan dan pemulihan.
ASDP menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait selama proses investigasi berlangsung. Perusahaan berharap hasil penyelidikan dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca Juga:
