245 Peserta Ikut Pelatihan Vokasi Nasional di Aceh, Pengangguran Jadi Tantangan Utama
![]() |
| Pelatihan Vokasi Nasional Batch II Tahun 2026 di Gedung Talent Corner BPVP Banda Aceh, Senin (22/6/2026). |
BANDA ACEH — Sebanyak 245 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch II Tahun 2026 yang digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh. Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Ketenagakerjaan itu berlangsung mulai 22 Juni hingga 19 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Aceh.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen, mengatakan peningkatan angka pengangguran terbuka masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Menurut dia, dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan di sejumlah daerah.
Karena itu, kata Akmil, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia menilai pelatihan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi terukur dan siap bersaing di dunia kerja. Selain itu, dunia usaha juga diharapkan dapat memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Sementara itu, Kepala BPVP Banda Aceh Rahmad Faisal mengatakan program Pelatihan Vokasi Nasional Batch II tahun ini diikuti 245 peserta yang terbagi dalam 19 paket pelatihan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan kerja sesuai kebutuhan industri dan dunia usaha.
Rahmad meminta seluruh peserta mengikuti proses pelatihan secara serius agar mampu meningkatkan kompetensi dan memperbesar peluang memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program.
Pemerintah berharap pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Aceh di pasar kerja regional maupun nasional.
Baca Juga:
