Dosen Universitas Syiah Kuala Perkenalkan Inovasi Pembuatan Pestisida Organik untuk Kelompok Tani Padi di Aceh Besar

 Tim pengabdian dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala ( USK) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) kepada para petani di Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (22/8/2023).



BANDA ACEH -- Kegiatan pengabdian dilakukan tim pengabdi yang diketuai oleh Dr. Umi Fathanah, ST, MT dengan anggota Dr. Ir. Yanna Syamsuddin dan Dr. Darwanis, SE, M.Si. Ak, yang memfokuskan pada pengenalan Inovasi Pirolisis Limbah Pertanian Menjadi Pestisida Organik bagi Kelompok Tani Padi di Desa Cot masjid Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar.

Setelah panen musim padi berakhir, biasanya sekam dan jerami sebagai sisa panen umumnya hanya ditumpuk, dan setelah kering dibakar diareal persawahan. Kebiasaan ini sebenarnya berpotensi mencemari lingkungan udara sekitar dan akan berdampak kurang baik terhadap kesehatan.
 

Ketua Pengabdi, Umi fathanah menyebutkan, sisa panen sekam maupun jerami sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang memberikan nilai tambah bila diolah lebih lanjut. Penanganan sekam mauupun jerami dengan cara pembakaran di udara terbuka kurang efisien dalam penanganan limbah sisa panen padi. Sayangnya masyarakat terutama para petani padi belum memiliki wawasan dan pengetahuan dalam pengolahan sekam maupun jerami. “Para petani padi harus diberikan pengetahuan tambahan untuk menambah wawasan bagaimana mengolah sisa panen seperti sekam dan jerami agar dapat menjadi produk yang bernilai sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi petani” ujar Umi.

 

Menurutnya, sekam maupun jerami dengan metode pirolisis dapat dijadikan sebagai pestisida organik yang sangat berguna untuk membasmi hama di sawah. Tim dari USK memperkenalkan inovasi pirolisis limbah pertanian menjadi pestisida organik serta bagaimana cara pembuatan pestisida tersebut. Yanna Syamsuddin menyebutkan, pestisida organik dapat dibuat dengan melakukan pembakaran kering (pirolisis), dimana hasil pembakaran akan dikondensasikan hingga diperoleh asap cair grade 3, yang dapat digunakan sebagai pestisida untuk tanaman.

 

Adanya pestisida organik yang diperoleh dari pirolisis limbah pertanian dapat dijadikan solusi bagi petani dan masyarakat luas untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetik dalam pertanian, sehingga dapat meningkatkan produk pertanian yang lebih berkualitas. “Dengan memproduksi pestisida organik, selain untuk memenuhi kebutuhan pestisida untuk tanaman juga dapat dijual sehingga dapat dijadikan usaha sampingan” ujar darwanis.

 

Sementara itu, Ketua Kelompok tani Desa Cot Mesjid, Fatah, mengharapkan dengan adanya produk pestisida organik dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga dan dapat dijadikan usaha samping untuk menambah penghasilan keluarga.
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru