Kau Bermula dari Lembah: Perjalanan Hidup si Anak Yatim Telahir dari Keluarga Miskin

author photoM. Sulaiman
1 Jul 2022 - 17:03 WIB

BIREUEN- Kisah Perjalanan Hidup Faisal Bin Ilyas, seorang Anak Yatim yang terlahir dari Keluarga Miskin, kau bagaikan bermula dari lembah, walau kini dirimu mulai meranjak tumbuh begitu hebat Dimata Bangsa dan Negara.


Kau bermula dari lembah kisah Perjalanan Hidup si anak yatim yang terlahir dari keluarga miskin, Faisal Bin Ilyas. Putra Asli Kelahiran Desa Geuleumpang payong, yang berstatus kependudukan di Gampong Pulo Kiton, Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Provinsi Aceh.


Berikut, ini penjelasan mengenai Kisah cerita Perjalanan Hidup Faisal Bin Ilyas, seorang Anak Yatim yang terlahir dari Keluarga Miskin tersebut.

Nama lengkap Faisal Bin Ilyas Lahir 1990 di Desa Geuleumpang Payong, Kecamatan kota juang Kabupaten Bireuen, diusia Umur 13 tahun Faisal ditinggalkan oleh Sang Ayah Handanya, yang telah menghadap sang ilahi, meranjak hari demi hari bulan berganti bulan, hingga dia memutuskan untuk bermulai mencari Nafkah sendiri untuk dapat membiayai kebutuhan hidup sehari-hari bersama ibu dan seorang adiknya, sejak Ayahnya menghadap sang ilahi, Faisal menjadi tulang punggung di keluarganya,


Dimana. Faisal yang merupakan anak ke 7 yang dikaruniakan oleh pasangan suami istri. Yaitu ibu Rohani dan Ilyas Bin Yusuf, Ayah Faisal kini telah Almarhum.


Di usia yang sangat dini mengingat dirinya yang terlahir dari keluarga yang serba kekurangan, masih di umur 13 tahun Faisal mulai mencari cara untuk mendapatkan pekerjaan, namun nasibnya masih malang, di karena Aceh dimasa itu sedang dilanda perang diantara GAM-RI, masih di umur 13 tahun. Faisal akhirnya memutuskan untuk menjadi penjual koran keliling, malam mulai meranjak subuh Faisal mulai bergegas dengan berjalan kaki ber'alas sandal jepit Faisal menjual koran dari toko ke toko, demi megapai rezeki untuk kebutuhan hidup bersama sang ibundanya dan seorang adiknya.

Sebelum Faisal berangkat ke sekolah dirinya terlebih dulu menyisihkan waktu untuk menjual Koran, seketika koran sudah terjual. Haikal telah memiliki jajan di sekolah dan keperluan lainnya." cerita Faisal


Namun di usia umur 18 tahun. Faisal memutuskan untuk merantau ke Negeri Jiran Malaysia, waktu ia merantau ke Malaysia pada tahun 2008. Dirinya ingin mengubah nasib ke Negeri Jiran, dia berangkat merantau ke Malaysia hannya bermodal Rp.1000.000 (Satu Juta Rupiah), dengan ber niat mengubah nasibnya, demi ibu tercinta dan seorang adiknya yang masih bersokolah, seketika dirinya telah tiba di negeri Jiran Malaysia, dirinya dipercayakan ditempat kerja, di kedai runcit/Glosir, itupun hannya satu bulan bekerja, kemudian dirinya mencoba bekerja  menjadi Draiver (sopir Truk) mengangkut semen, namun disitulah dirinya menggapai Rezeki yang begitu lumanyan, sedikit demi sedikit dirinya menggapai Rezeki disaat menjadi Sopir Truk tersebut. Sehingga dirinya mulai mampu membiayai kehidupan Keluarganya di Kampung Halaman, untuk sang ibu dan adiknya yang masih berstatus pelajar.


Faisal Bin Ilyas, yang sering disapa dikalangan khalayak ramai di negeri Jiran Malaysia, yaitu, Haika, dirinya dari kecil selalu sering bergaul dengan orang-orang dewasa, dirinya jarang bergaul dengan Sebayanya, karena ia ingin tumbuh lebih dewasa dan ingin mendapat pengalaman dan ilmu, sebagaimana tata cara disaat sedang berhadapan dengan orang-orang hebat atau orang-orang terpengaruh di Negeri Jiran Malaysia.


Saat ini Haikal Mulai meranjak Dewasa, diusia 24 tahun, seketika rezekinya mulai mencukupi dan sudah mapan, selanjutnya dia mutuskan untuk menikah. Lalu Haikal menghubungi ibunya di Kampung halaman, untuk meminta restu, bahwa dirinya akan menikahi seorang Gadis Asal Kedah Malaysia, Alhamdulillah ibunya memberi restunya.


Pada tahun 2014. Haikal menikahi Seorang Gadis Asal Kedah Malaysia yang bernama. Nurhanishah kelahiran 1993. Setelah menikahi seorang Gadis Kedah Malaysia, Haikal memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya bersama Istri Tercinta, guna untuk melansung kan resepsi perkawinannya, disertakan untuk memperkenalkan adat istiadat budaya Aceh kepada sang Istri Tercinta. Alhamdulillah pada tahun 2016, hasil perkawinan dua insan yang berbeda Negara, khirnya mengkaruniakan seorang anak lelaki, yang diberinama. Muhammad Ammar Fathani Bin Faisal. Berselang tahun berganti tahun dalam kehidupan berumah tangga bersama sang istri tercinta dan seorang anak lelakinya, Namun pada tahun 2021, dengan Izin Allah Haikal kembali diberikan seorang anak perempuan, yang diberinama Putri Zahira Binti Faisal, Alhamdulillah dirinya bersama Istri dan Anak-Anaknya sangat bahagia, 

Tesk Keterangan Foto Bersama. Faisal Bin Ilyas (Haikal). Istri. Nurhanishah. Anak Laki-laki, Muhammad Ammar Fathani Bin Faisal. Anak Perempuan. Putri Zahira Binti Faisal.


Kenapa dirinya dikenal dengan sebutan nama Tengku Haikal, karena disaat bersama kawan-kawan orang melayu\Malaysia, selalu memanggil dirinya Haikal, sehingga sampai saat ini, nama Haikal telah melekat dikalangan kawan-kawannya di Malaysia dan di tanah Kelahirannya yaitu di Kabupaten Bireuen Umumnya Aceh.


Selama menetap di Negeri Jiran Malaysia banyak yang telah dilakukan, tentang kemanusiaan/Sosial untuk bangsa dan Negara Dimana dia pijak disitu ia junjung tinggi, Haikal selalu mengikuti jejak Almarhum Ayah Handanya. Karena semasa masih hidup Almarhum selalu membantu orang-orang secara sosial. Setelah Almarhum membantu orang-orang tidak pernah meminta imbalan dari orang yang dibantunya.


Dari situ lah Haikal mulai belajar sosia, sejak masih di tanah kelahirannya. Haikal selalu ikut membantu seketika ada orang-orang yang musibah, di segi apa pun, di Negeri Jiran Malaysia ini, dirinya di tahun 2017 baru mulai membatu orang-orang yang mendapatkan Musibah. Tidak hannya Masyarakat Aceh yang dibantu, dia juga Masyarakat luar Aceh turut dibantu, selagi Allah masih mengizinkannya untuk menolong sema-sama Manusia yang selagi membutuhkan.


Sejak di Malaysia, dirinya banyak bergabung di berbagai Persatuan/ Komunitas Warga Aceh, Insya Allah ia selalu ikut andil dalam melakukan Aksi Sosial, namun di tahun 2020 Haikal, bersama Kawan-kawan di Malaysia dan Bireuen mengambil kebijakan dan bersepakat secara matang, untuk mendirikan satu wadah tempat berkumpul dan pengaduan nasib Bangsa Aceh yang seketika musibah di Negeri Jiran Malaysia.


Sehingga Haikal bersama kawan-kawan sepakat Mendirikan Satu wadah, yang diberinama, Persatuan Bireuen Bersatu Aceh Malaysia,


Alhamdulillah Persatuan BIREUEN BERSATU ACEH MALAYSIA telah berjalan dengan apa yang diharapkan bersama, tujuan mendirikan Persatuan Bireuen Bersatu Aceh Malaysia, hanya semata-mata untuk melakukan aksi Sosial tidak lebih dari itu, sampai hari ini sudah berjalan dengan lancar dan banyak sudah warga Aceh yang kami bantu, Khsusuya, Masyarakat Kabupaten Bireuen. Persatuan Bireuen Bersatu Aceh Malaysia memilki kepengurusan dan Anggotanya yang handal di setiap sudut penjuru, atau di bidang masing-masing, baik di Malaysia maupun di Kabupaten Bireuen.


Haikal berharap kepada Masyarakat Aceh, khususnya Masyarakat Kabupaten Bireuen. Untuk selalu mendoakan dan mendukungnya dalam menjalankan Misi kemanusiaan di Negeri Jiran Malaysia. Aksi Sosial terus dilakukan seketika ada warga Aceh yang musibah di Malaysia, dirinya bersama Kawan-kawan akan terus berupaya untuk dapat membantu warga Aceh yang musibah, baik dalam hal mengurus administrasi maupun menggalang Dana demi membantu pemulangan Warga Aceh yang musibah di Malaysia ke tanah Air," Harap Haikal.(Penulis: M. Sulaiman.)
KOMENTAR