Peduli Korban Kebakaran MAA Gayolues Sambangi Desa Tungel dan Salurkan Bantuan

author photoKamsah
5 Apr 2022 - 21:38 WIB

BLANGKEJEREN - Menyikapi terjadi nya musibah kebakaran yang meluluhlantakkan sejumlah 37 Unit  Rumah warga 44 kk ddesa Tungel Kecamatan Rikit Gaib , menjelang masuk nya bulan Ramadahan ,beberapa hari lalu, Majelis Adat Aceh Kabupaten Gayo Lues ,tidak tinggal diam, sejumlah bantuan pun disalurkan , pada Selasa (5/4)

Menurut Ketua MAA Kabupaten Gayo Lues Drs.Zulkifli Zain kepada  media selasa (5/4) di desa Tungel mengatakan, bantuan yang kami berikan ini jangan dilihat dari berapa banyaknya dan nilainya, tetapi dilihat dari ketulusan dan rasa solidaritas , serta keikhlasan, semoga dengan kedatangan tim MAA Gayo Lues tersebut dapat menghibur serta memberikan motivasi baru kepada para korban agar lebih tabah dan tegar menghadapi cobaan tersebut.

"Dengan harapan kehadiran kami di Desa Tungel ini. Kiranya dapat menjadi penawar pelipurlara sekaligus berbagi rasa, terutama dalam menjalani ibadah puasa. Dan kepada korban kebakaran, saya atas nama pimpinan MAA Gayo Lues meminta untuk tetap tabah dan sabar atas musibah yang menimpa saudara kita di Desa Tungel Kecamatan Rikit Gaib ini," ujar Zullkifli Zain.

Lebih lanjut Zulkifli menambahkan, kedatangan rombongan MAA Gayo Lues ini hendaknya juga menjadi motivasi bagi pihak pihak berkompeten terutama diprovinsi Aceh , agar ikut juga memperhatikan dan turut membantu bagi saudara saudara kita yang terkena musibah di Desa Tungel Kabupaten Gayo Lues, sebutnya.

"Kami juga berdoa agar saudara-saudara kami yang berada di Desa Tungel ini segera terlepas dari penderitaan ini. Senang, susah, rezeki, dan musibah semua datangnya dari yang Maha Kuasa, jadi kita harus tabah dan Tawakal untuk menjalani dan menerimanya, pungkas nya.

Sebelum nya Musibah kebakaran hebat yang melanda Desa Tungel, Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues, telah menyapu bersih 43 bangunan rumah dan isi nya rata dengan tanah, kerugian diperkirakan mencapai Milyaran Rupiah, miris nya sebagian besar harta benda warga tak bisa diselamatakan, tidak sedikit dari  mereka yang tinggal hanya baju yang melekat dibadan.(kamsah Galus)
KOMENTAR