Tahun 2021 Angka Stunting di PidieJaya Menurun

author photoKherry Leib
3 Feb 2022 - 06:05 WIB

PidieJaya -  Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Kadinkes) mengatakan angka Stanting menurun dratis ditahun 2021 hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) di Ruang Setdakab PidieJaya, Rabu 2 Februari 2022.

Rakerkes Kalaborasi dan Sinergitas untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sehat, dibuka Setda Jailani Beuramat, turut dihadiri Kadinkes, asisten, anggota DPRK, dan  Kepala Puskesmas (Kapus) se PidieJaya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana  PidieJaya Eddy Azwar SKM,MKes
mengatakan pada tahun 2021 angkat Stunting (Asupan Gizi Kronis) dalam jangka waktu panjang sehingga pertumbuhan anak terganggu dan penyebab tinggi badan anak terhambat dibanding seusianya)menurun dratis dari tahun sebelumnya tahun 2018 mencapai 1654 kasus sampai akhir 2021 turun menjadi 980 kasus.

Lanjutnya, Dalam upaya meminimalisir angka Stanting tersebut dirinya mengajak semua lintas sektor untuk mendukung program dinas kesehatan dalam mewujudkan Masyarakat Pidie jaya sehat terutama dalam menurunkan angka (Gizi Buruk)  Stanting.

Ditempat yang sama Setda kabupaten PidieJaya Jailani Beuramat usai membuka acara Rakerkes pada Jurnalis mengatakan
Penurunan angka Stanting dan pencapaian vaksinasi yang sangat luar biasa tidak terlepas dari kerja keras Dinas kesehatan bersama pihak terkait lainnya,namun demikian usaha keras para pelayan kesehatan ini harus terus ditingkatkan  supaya masyarakat bisa terlayani dengan baik.

"Ya kita mengapresiasi pencapaian yang dilakukan dinas kesehatan dan pihak rumah sakit baik RSUD juga Puskesmas,namun demikian kita tetap berharap kepada nakes  melayani masyarakat dengan baik,karena beberapa waktu lalu kita mendapat informasi bahwa ada masyarakat yang kecewa karena terlambat nya penanganan dari rumah sakit,supaya hal tersebut tidak terulang lagi diwaktu yang akan datang kepada para tenaga kesehatan kita harapkan bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan tanamkan tingkatkan kedisiplinan diri," harap Setda. (HR)
KOMENTAR