Pemerintah Aceh Jangan Tutup Mata Rakyat Kelaparan, Malaysia Perpanjang Lockdown

author photoM. Sulaiman
5 Jul 2021 - 21:04 WIB

BIREUEN- Pemerintah Malaysia resmi perpanjang lockdown nasional, Perpanjangan penguncian disebutkan dengan perintah kawalan pergerakan (PKP/MCO) akan diberlakukan sehingga Negeri Jiran mencatat dibawah 4 ribu kasus infeksi harian.


Ini rupakan telah menghambat beberapa mobilitas masyarakat dan juga menghambat denyut nadi perekonomian. Dikalangan masyarakat yang merasa kesulitan bahkan mereka turut mengibarkan bendera putih di depan rumah itu pertanda mereka meminta bantuan dari sukarelawan.


Hal ini juga terjadi terhadap Rakyat Aceh di perantauan Malaysia saat ini sangat memprihatinkan diakibatkan Negeri Jiran sedang diberlakukan Lockdown nasional, Rakyat Aceh berharap Pemerintah Provinsi Aceh untuk tidak menutup mata, mereka sedang dilanda kekurangan makanan sehingga terjadi kelaparan, baik dewasa maupun anak-anak balita.


Informasi diterima TheAtjehNet. Senin 5 Juli 2021 Sekira Jam 18/15, WIB Menyebutkan, saat ini Masyarakat Aceh di perantauan malaysia sangat menderita kekurangan makanan (Kelaparan) diakibatkan Negeri Jiran sedang diberlakukan Peraturan perpanjangan Lockdown secara nasional, diharapkan Pemerintah Aceh untuk tidak menutup mata, atau peka terhadap bangsanya.


Dikatakan Faisal atau sering disapa Haikal, yang di dampingi Abu Saba, selaku Warga Aceh, Putra kelahiran Kabupaten Bireuen, sangat berharap, Pemerintah Aceh untuk segera menanggapi dengan serius permasalahan yang dihadapi Masyarakat Aceh di Malaysia, karena Malaysia resmi memberlakukan perpanjangan Lockdown, pemerintah aceh jangan melihat anak bangsa kelaparan di negeri orang, mereka benar-benar sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah Aceh.


Juga Haikal mengungkapkan, saat membagikan sembako kepada warga Aceh yang berada di wangsa maju kuala lumpur, adapun sembako yang dibagikan tersebut, bersumber dana dari hasil sumbangan pengusaha kedai runcit di Malaysia,"katanya.



"Haikal berharap Pemerintah Aceh agar memperhatikan masyarakat Aceh yang berada di Malaysia dengan serius, dikarenakan sedang menghadapi permasalahan Lockdown, sehingga Masyarakat Aceh di perantauan malaysia kekurangan makanan, sampai-sampai mereka kelaparan di negeri jiran,"Ungkapnya.


Dikatakan Abu Saba, saat ini kondisi Warga Aceh yang berada di Malaysia sangat memprihatinkan, dimohon kepada pemerintah Aceh untuk tidak menututup mata atau peka terhadap bangsanya lebih-lebih kepada anak-anak balita dalam perantauan saat ini" Harap Abu Saba,


"Kita berharap Pemerintah Aceh untuk segera dapat mengatasi persoalan yang sedang dihadapi Warga Aceh di malaysia. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,


Sementara kondisi warga Aceh di Malaysia saat ini sangat krisis makanan, jangan disaat pemilihan (Pilkada) saja mencari rakyat, namun begitu usai pilkada menghilang tampa membekas terhadap rakyatnya, kini rakyat sedang ditimpa kelaparan di negeri jiran, jika sudah terjadi hal yang tidak kita inginkan baru merespon, maka sudah tidak guna lagi, alias terlambat,"Tegas Abu Saba.


"Lanjutnya. sejauh ini Alhamdulillah, kita sudah membagikan sembako kepada Masyarakat Aceh di beberapa tempat di malaysia, diantaranya Kuala Lumpur, Selangor dan sekitarnya. Abu Saba bersama Haikal, sangat berterimakasih kepada pengusaha kedai runcit yang berhati Dermawan dengan ketulusan hatinya untuk membatu warga Aceh yang sedang tertimpa kesulitan makanan di perantauan malaysia,


dikarenakan Warga Aceh tidak dapat berkerja seperti biasanya, sehingga mereka tidak memiliki uang untuk dapat memenuhi kebutuhan makanan sehari hari, selama diberlakukan Lockdown di Malaysia warga aceh tidak dibolehkan keluar rumah atau berkerja,


Abu Saba juga menyebutkan sangat berterimaksih kepada Pengusaha kedai runcit di malaysia yang berhati Dermawan, dengan keiklasan dan kebaikan serta ketulusan hati Para Dermawan terhadap Bangsa Aceh di Perantauan Malaysia semoga Allah akan membalas kebaikan ini dengan berlimpah Rahmat Rezeki kepada para Dermawan,"Tutup Abu Saba.(MS)
KOMENTAR