Sosiologi Pendidikan, Ilmu penyelamat Generasi

author photoCitizen Journalism
24 Jun 2021 - 09:15 WIB

Oleh: Hermawansyah, S.Ant

Kajian sosiologi pendidikan memang akhir-akhir ini menjadi salah satu primadona konsentrasi di Program Studi Pasca Sarjana Sosiologi Universitas Malikussaleh. Pada dasarnya konsentrasi ilmu sosiologi dalam pendidikan sangat menarik untuk dijadikan pengetahuan dan menjadi alat analisis untuk menjawab tantangan pendidikan masa sekarang ini. 

Pertama sekali, ilmu sosiologi pendidikan diperkenalkan lewat gagasan Lester F. Ward, dirinya sempat memikirkan tentang evolusi sosial bahkan menurutnya pendidikan sosial secara realistis diperlukan dalam memimpin perencanaan kehidupan pemerintahan. Sedangkan pelopor lahirnya sosiologi pendidikan secara formal merupakan John Dewey dalam buku yang berjudul School And Society terbit tahun 1899.

Di Amerika Serikat, sosiologi pendidikan sebagai paradigma baru dalam ilmu kependidikan diperkenalkan oleh para ahli sosiologi dalam perkuliahan pada tahun 1907. Kemudian di tahun 1914 Mata kuliah Sosiologi Pendidikan ditawarkan pada 16 perguruan tinggi sebagai ilmu baru. Sedangkan materinya dalam berbentuk buku baru dan terbit pada tahun 1917 dan disusul dengan Jurnal yang berjudul " Journal of Educational Sosiologi " yang terbit ditahun 1927. 

Adapun terminologi dalam keilmuan sosiologi pendidikan dapat dipahami sebagai sebagai ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk memperoleh perkembangan kepribadian individu yang lebih baik.

Kemajuan sistem pendidikan saat ini selaras dengan pengertian sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari gejala yang timbul dalam masyarakat. Dengan demikian sosiologi sangat dekat erat kaitannya dengan perubahan sosial. Perubahan sosial dapat kita pahami sebagai perubahan kondisi suatu masyarakat tertentu, terutama dalam aksi interaksi sosial yang berlaku. Adapun untuk menguatkan pengertian perubahan sosial salah satu ahli Kingsley Davis meyatakan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. 

Era sekarang ini sistem pendidikan mengalami pergeseran yang semula pendidikan bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik akibat adanya pergeseran nilai dan norma. Sehingga pendidikan Lembaga pendidikan swasta lebih unggul dari sekolah umum dalam pandangan orang tua (masyarakat). Sekolah Umum secara biaya relatif lebih murah bahkan tidak mampu menarik perhatian, bahkan trend sekolah di lembaga pendidikan Swasta lebih diminati meskipun harus mengeluarkan biaya relatif tinggi dan tidak semua orang mampu menyekolahkan anaknya.

Pada dasarnya Fungsi sosiologi pendidikan adalah  sebagai proses penerus nilai-nilai kebudayaan dari generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda atau proses sosialisasi dan wahananya yang paling efektif adalah pendidikan. Proses pewarisan nilai-nilai atau sosialisasi tersebut ternyata tidak berjalan mulus karena adanya pertentangan kepentingan terkait isi pendidikan, pemerataan kesempatan (alokasi) dan fungsi peranan dalam masyarakat.

Perlunya strategi untuk mengembalikan keunggulan sekolah umum, dalam buku " The Stakeholder Society" karya Ackerman dan Alscott, dikutip oleh Tilaar menjelaskan masyarakat sadar apa yang mereka ingin capai. Adapun masyarakat yang disebut The Stakeholder Society adalah orang tua, masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Masyarakat merupakan pemegang hak, oleh itu lembaga pendidikan harus menampung apa yang diinginkan masyarakat dan bukan menampung apa yang diinginkan birokrasi.

dalam hal ini diperlukan sebuah lembaga untuk masyarakat dapat ikut berpartisipasi tidak hanya berupa investasi pembiayaan SPP, Pajak. Namun dilibatkan dalam menentukan kurikulum dan evaluasi dan hal lainya yang berkaitan dengan proses belajar. Bahkan penerapan dua manajemen dapat dilakukan pertama, berbasis pendidikan  sekolah dan kedua, pendidikan berbasis masyarakat.
KOMENTAR