Pengaruh Covid-19 Terhadap Politik Di Indonesia

author photoCitizen Journalism
29 Jun 2021 - 17:57 WIB

Kekhawatiran pemerintah terhadap pandemi COVID-19 pada demokrasi di Indonesia setiap lima tahun sekali, para calon caleg politik menimbulkan dilema bagi sejumlah kelompok politik. Setiap partai politik dan caleg perlu mengadakan pendekatan terhadap pemilih seperti melakukan kampanye dan sosialisasi program kerja, visi dan misi namun disisi lain dengan adanya pandemi COVID-19 ini mengharuskan partai politik, para caleg dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19 berdasarkan anjuran dari pemerintah setempat. 

Hal ini membuat setiap partai politik dan caleg harus bekerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan suara dalam pemilihan, karena tidak diadakannya kampanye dan sosialiasi oleh partai politik dan caleg akan sulit meyakinkan pemilih untuk menentukan pilihan. 

Pandemi COVID-19 yang telah terjadi di Indonesia telah membawa perubahan drastis dalam berbagai bidang, salah satunya di dunia politik. 

Pemerintah seharusnya memanfaatkan kondisi darurat ini mendekatkan diri atau kembali lagi kepada konstituennya sebagai perwakilan rakyat, bukan malah mencari keuntungan dari segi materi maupun politis. Selain itu, peran media juga menjadi pusat perhatian dalam melihat situasi ini karena banyak media hanya menyebarkan informasi yang memperburuk kondisi masyarakat. 

Media hanya memperhatikan rating saja tanpa mengutamakan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. 
Pada bidang politik seperti pemilihan umum, pandemi COVID-19 membuat para akademisi di kampus-kampus progresif mengadakan pertemuan untuk membahas proses penyelenggaraan pemilu di Indonesia. 

Beberapa akademisi mengusulkan tetap mengadakan pemilu dengan sistem pemilihan perwakilan dengan berbasis digitalisasi. Hal itu dilakukan untuk efisiensi dan efektifitas dalam penyelenggaraan pemilu yang dimana adanya pandemi COVID-19 yang memaksa segala sesuatu dilakukan secara digital atau bahkan online. 

Dalam hal konsensus yang diakibatkan pandemi COVID-19 adalah banyak kegiatan yang menghasilkan suatu keputusan dilakukan secara online dan menggunakan data serta perangkat digital elektronik. 

Digitalisasi yang terjadi di masa pandemi ini membuat sistem pemilihan umum memungkinkan dilakukan di masa depan secara online.
KOMENTAR